Rabu, 27 Mei 2026

Ekspor Jawa Tengah Meningkat 9,18%, Pasar Amerika Tetap Mendominasi

Rabu, 03 Desember 2025 11:09 WIB
Ekspor Jawa Tengah Meningkat 9,18%, Pasar Amerika Tetap Mendominasi
Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, saat menyampaikan rilis resmi statistik perkembangan ekspor-impor Jawa Tengah secara daring, Senin (1/12/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Jawa Tengah periode Januari-Oktober 2025 mengalami kenaikan 9,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Amerika Serikat tetap menjadi negara tujuan utama ekspor, diikuti Jepang dan Tiongkok, menurut rilis resmi BPS, Senin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Oktober 2025 mencapai 10.321,91 juta dolar AS, sementara nilai ekspor pada Oktober 2025 tercatat 1.123,60 juta dolar AS, meningkat 11,48 persen dibanding Oktober 2024.

“Peningkatan ini didukung terutama oleh sektor industri pengolahan dan pertambangan. Amerika Serikat masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas, diikuti Jepang, Tiongkok, Belanda, dan negara-negara lainnya,” jelas Endang saat rilis daring.

BPS mencatat pangsa ekspor nonmigas ke Amerika Serikat mencapai 47,29 persen dari total ekspor Januari-Oktober 2025. Produk unggulan yang diekspor ke Amerika meliputi pakaian dan aksesoris rajutan maupun nonrajutan, serta alas kaki.

Jepang menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 8,07 persen, sedangkan Tiongkok berada di posisi ketiga dengan pangsa 4,53 persen, terutama untuk komoditas ikan, krustasea dan moluska, alas kaki, serta kayu dan barang dari kayu.

Endang menambahkan, tarif bea masuk dari Indonesia ke Amerika Serikat masih menggunakan tarif dasar 10 persen, sehingga belum diterapkan tarif resiprokal 19 persen. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong kinerja ekspor Jawa Tengah ke Negeri Paman Sam.

Sementara itu, BPS Jawa Tengah mencatat nilai impor periode Januari-Oktober 2025 mencapai 12.015,45 juta dolar AS, turun 4,86 persen dibanding periode yang sama 2024. Meski demikian, neraca perdagangan Jawa Tengah masih mencatat defisit, meski celahnya semakin mengecil.

“Total neraca perdagangan Januari-Oktober 2025 tercatat 1.702,53 juta dolar AS, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 3.189,93 juta dolar AS. Kita berharap bulan-bulan berikutnya neraca perdagangan bisa mencatat surplus,” pungkas Endang.

Kenaikan ekspor Jawa Tengah dan konsolidasi neraca perdagangan ini menunjukkan daya saing produk lokal semakin meningkat, sekaligus menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah menjelang akhir 2025. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru