Yogyakarta (buseronline.com) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kahiyang Ayu, kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan produk kriya daerah dengan menghadiri pembukaan Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja Investment, Trade, Tourism, Agriculture and Fishing (ITTAF) 2025. Acara tersebut berlangsung di Plaza Malioboro, Yogyakarta, Jumat.
Pada gelaran berskala nasional ini, Sumut tampil menonjol melalui ragam batik khas Sumut yang membawa motif-motif lokal penuh filosofi. Keunikan corak batik yang terinspirasi dari kekayaan budaya berbagai etnis di Sumut berhasil menarik perhatian pengunjung, kurator, serta pelaku industri kreatif. Batik Sumut dinilai semakin siap bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Tak hanya batik, Dekranasda Sumut juga memamerkan berbagai produk kriya unggulan daerah, mulai dari kerajinan anyaman, aksesori etnik, hingga fesyen berbasis tenun. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati beragam kuliner tradisional khas Sumut yang disajikan secara gratis, menjadikan paviliun Sumut salah satu yang paling diminati.
Atraksi budaya turut memeriahkan penampilan Sumut, di antaranya Tari Bolon Bolon, Medley Tari 8 Etnis Sumut, serta Tari Pangurason Sipitu Cawan. Kehadiran pertunjukan ini mempertegas identitas Sumut sebagai provinsi yang kaya sejarah, seni, dan tradisi.
Kahiyang Ayu menyampaikan bahwa partisipasi Sumut dalam Gebyar Kriya Nusantara dan Jogja ITTAF 2025 tidak hanya bertujuan mengenalkan produk, tetapi juga membuka pintu hubungan bisnis dan peluang investasi bagi pelaku UMKM Sumut.
“Keikutsertaan kami di Gebyar Kriya Nusantara menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan karya perajin Sumut ke pasar yang lebih luas, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi,” ujar Kahiyang, yang hadir didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sumut, Titiek Sugiharti.
Gelaran Gebyar Kriya Nusantara & Jogja ITTAF 2025 menghadirkan produk kreatif dari seluruh Nusantara, mulai dari batik, kriya kulit, logam, keramik, hingga subsektor perdagangan, pertanian, pariwisata, dan perikanan. Dalam ruang besar tersebut, Sumut tampil sebagai daerah yang tak hanya kaya budaya, tetapi juga potensial menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif.
Melalui acara ini, Sumut diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran produk unggulan daerah, memperkuat eksistensi dalam industri kriya nasional, serta menarik minat investor untuk mendukung perkembangan UMKM lokal. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar