Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pelaksanaan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebagai langkah mendukung target nasional 3 juta rumah. Rapat koordinasi percepatan program ini digelar di Gedung Gradika Bakti Praja, Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang, Kamis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin rapat yang dihadiri Sekretaris Daerah Sumarno, Asisten Ekonomi Pembangunan Sujarwanto Dwiatmoko, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng Boedyo Dharmawan. Para kepala daerah atau perwakilan dari 35 kabupaten/kota, bersama perbankan dan pengembang, juga mengikuti pertemuan tersebut.
FLPP merupakan skema kredit pemilikan rumah (KPR) yang diluncurkan sejak 2021. Melalui program ini, masyarakat mendapat kemudahan, antara lain uang muka ringan, pembebasan biaya premi asuransi, cicilan terjangkau, serta bunga maksimal lima persen.
Gubernur Luthfi menegaskan, percepatan program perumahan menjadi kebutuhan mendesak. Berdasarkan data Pemprov Jateng, backlog rumah masih mencapai 1,357 juta unit.
“Program pemerintah 3 juta rumah yang harus kita akselerasi di Jawa Tengah, tentu dengan kebutuhan backlog di wilayah kita. Di Jawa Tengah masih kekurangan hampir 1,357 juta unit rumah,” ujar Luthfi seusai rapat.
Dalam rapat, kendala yang muncul dibahas secara kolaboratif, termasuk lambannya proses perizinan, keterlambatan penyediaan sarana dasar seperti air bersih dan listrik.
Pemprov Jateng mendorong agar pelayanan perizinan dipersingkat, maksimal 10 hari kerja, termasuk proses pemecahan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Dengan rapat bersama ini, kita bisa memecahkan masalah dan mempercepat akselerasi pembangunan rumah layak huni. Semua pihak, termasuk pengembang dan pemerintah kabupaten/kota, akan bekerja sama menyelesaikan kendala,” tambah gubernur.
Hasil rapat akan ditindaklanjuti melalui surat edaran Gubernur kepada bupati/walikota dan pengembang. Langkah ini diharapkan mempercepat distribusi rumah layak huni serta mendukung target pemerintah pusat.
Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menyampaikan kemudahan bagi masyarakat terkait KPR FLPP. “DP mulai 1 persen, cicilan bulanan mulai Rp 1 juta. Ada bantuan subsidi Rp 4 juta untuk DP, angsuran bisa dicicil hingga 20 tahun,” katanya
Program FLPP yang dipercepat ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni di Jawa Tengah, sekaligus mendukung target nasional 3 juta rumah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar