Selasa, 07 Juli 2026

Pemprov Jateng Gandeng SCU untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 24 September 2025 12:23 WIB
Pemprov Jateng Gandeng SCU untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (22/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjalin kolaborasi strategis dengan Soegijapranata Catholic University (SCU) dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Perguruan tinggi tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap program-program prioritas Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Rektor SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho, mengatakan kerja sama dengan Pemprov Jateng sudah berlangsung lama, mulai dari pengabdian masyarakat, penelitian, pengembangan inovasi, hingga program penanggulangan kemiskinan.

“Salah satunya KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang rutin kami laksanakan. Ada juga inovasi rumah apung di Demak untuk mengatasi rob, kemudian kami juga melakukan sensus RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) dan stunting,” kata Robertus saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Senin.

Robertus menjelaskan, SCU telah menyiapkan 29 program yang siap dikontribusikan untuk mendukung pembangunan di Jawa Tengah.

Salah satu yang menonjol yakni inovasi rumah apung yang sudah diterapkan di Kabupaten Demak. Saat ini, dua unit prototipe telah dimanfaatkan masyarakat terdampak rob dan direncanakan akan dikembangkan menjadi delapan unit tambahan melalui kerja sama dengan Pemprov Jateng dan Pemkab Demak.

Selain itu, SCU juga menginisiasi program desa binaan di Demak, Limbangan Kendal, dan Kabupaten Semarang, serta kerja sama dengan Gema Perhutanan Sosial.

Ke depan, SCU bersama Pemprov Jateng akan meluncurkan program beasiswa “Soegija Care” yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Kami sangat menyambut baik komitmen gubernur terkait beasiswa bagi masyarakat miskin. Kami akan berkoordinasi dengan pemprov agar program ini benar-benar bisa mengentaskan kemiskinan,” ujar Robertus.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk memperkuat pembangunan daerah. Sejak awal masa jabatannya, ia telah mendorong konsep governance collaborative dengan melibatkan kampus dalam berbagai program eksplorasi dan inovasi.

“Sejauh ini sudah ada 44 rektor yang menandatangani perjanjian kerja sama. Kami rangkul semua untuk kegiatan eksplorasi dan inovasi. Salah satunya KKN tematik, karena bisa sesuai dengan kebutuhan daerah. Satu lagi lewat desa binaan, untuk mengawal kemiskinan,” tandas Luthfi.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026
komentar
beritaTerbaru