Rabu, 08 April 2026

Surplus 1,5 Juta Ton Beras, Ahmad Luthfi Minta Tata Kelola Panen di Jateng Diperkuat

Minggu, 21 September 2025 12:23 WIB
Surplus 1,5 Juta Ton Beras, Ahmad Luthfi Minta Tata Kelola Panen di Jateng Diperkuat
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Kepala Distanbun Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi bidang pertanian di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis (18/9/2025). (Dok/Huma
Ungaran (buseronline.com) - Produktivitas padi gabah kering giling (GKG) di Jawa Tengah pada periode Januari–Oktober 2025 diperkirakan mengalami peningkatan signifikan, yakni 353.627 ton lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024. Dari data tersebut, ketersediaan beras hingga Oktober 2025 diproyeksikan surplus sebanyak 1.577.734 ton.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, dalam rapat koordinasi bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan ketahanan pangan di Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Kamis.

Defransisco menjelaskan, produksi padi GKG Jawa Tengah sampai Oktober 2025 mencapai sekitar 8.614.010 ton, meningkat dari 8.260.383 ton pada 2024. Peningkatan produksi itu berasal dari luas panen yang mencapai 1.534.490 hektare.

“Produksi beras Januari–Oktober 2025 akan mencapai 4.953.494 ton, sementara kebutuhan beras masyarakat Jawa Tengah sebesar 3.375.832 ton. Artinya ada surplus sekitar 1.577.734 ton,” ujarnya.

Menurut Defransisco, jika dihitung rata-rata, Jawa Tengah mengalami surplus sekitar 150 ribu ton beras per bulan. Namun, ia mengingatkan masih ada tantangan dalam pengelolaan, karena sebagian hasil panen Jawa Tengah justru keluar daerah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik peningkatan produktivitas padi sekaligus surplus beras yang ada. Ia menekankan pentingnya memperkuat tata kelola hasil panen agar benar-benar dirasakan masyarakat Jawa Tengah.

“Produktivitas kita sudah bagus dan beras surplus, tetapi jangan sampai ada kebocoran. Tata kelola harus dilakukan dengan baik agar kebutuhan masyarakat Jawa Tengah terpenuhi, dan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” tegasnya.

Luthfi menegaskan, penguatan tata kelola distribusi beras sangat penting agar capaian produktivitas tersebut tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045
Peran Desa Diperkuat, Pemerintah Genjot Eliminasi TB
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren
Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu
Bupati Ciamis Ajak Guru Perketat Pengawasan Gawai Pelajar
komentar
beritaTerbaru