Rabu, 08 April 2026

Diskusikan Percepatan Energi Bersih, Presiden Prabowo Undang Menteri ESDM ke Istana

Senin, 15 September 2025 14:48 WIB
Diskusikan Percepatan Energi Bersih, Presiden Prabowo Undang Menteri ESDM ke Istana
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (15/9/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Pertemuan tersebut membahas secara khusus percepatan program transisi energi nasional yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

Dalam keterangannya, Menteri ESDM menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menekankan pentingnya mempercepat pembangunan energi terbarukan, terutama tenaga surya.

“Kita mau bangun solar panel yang satu desa itu 1 sampai 1,5 gigawatt. Jadi ke depan itu kita akan bangun kurang lebih sekitar 80 sampai 100 gigawatt. Itu yang tadi kita bahas teknis,” ujar Bahlil kepada wartawan di Jakarta.

Bahlil menambahkan, kapasitas industri dalam negeri saat ini baru mampu memproduksi panel surya sekitar 5 gigawatt per tahun. Karena itu, pemerintah membuka peluang bagi investor asing untuk ikut berpartisipasi, sekaligus mendorong kolaborasi dengan pengusaha nasional dan BUMN.

“Karena soal panel 100 gigawatt itu kan cukup besar, sementara kapasitas industri kita di sini hanya satu tahun tidak lebih dari 5 gigawatt. Oleh karena itu, pasti kita akan mencari investor asing dan bisa berkolaborasi dengan pengusaha-pengusaha nasional dan BUMN kita termasuk PLN,” jelasnya.

Selain soal transisi energi, pertemuan juga membahas perkembangan negosiasi dengan Freeport. Awalnya, pemerintah dan Freeport menyepakati penambahan saham sebesar 10 persen, namun ada potensi nilai penambahan yang lebih besar.

“Awalnya kan kita sepakat untuk penambahan saham 10 persen Freeport, tapi tadi berkembang negosiasi yang insyaallah katanya lebih dari itu. Saya diminta untuk bisa melakukan komunikasi percepatan, dan kalau itu sudah fix insyaallah Freeport akan mempertimbangkan kelanjutan kontrak,” tutur Bahlil.

Pemerintah berharap percepatan transisi energi ini tidak hanya mendorong kemandirian energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi besar serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi hijau. (R3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemkab Taput Lakukan Monitoring Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045
Peran Desa Diperkuat, Pemerintah Genjot Eliminasi TB
Darurat TB di Indonesia, Pemerintah Percepat Eliminasi Nasional
Nawal Arafah Yasin Ajak Santri Jadi Penggerak Literasi Pesantren
Nawal Yasin Tulis Pesan Inspiratif pada Halalbihalal IGPAUD Muslimat NU Kaliwungu
komentar
beritaTerbaru