Rabu, 27 Mei 2026

Optimalisasi Sumur Minyak Masyarakat, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Realisasi

Sabtu, 13 September 2025 07:19 WIB
Optimalisasi Sumur Minyak Masyarakat, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Realisasi
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berdiskusi dengan Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana terkait percepatan optimalisasi sumur minyak masyarakat di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (11/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa) bersepakat mempercepat optimalisasi potensi sumur minyak masyarakat dan sumur tua.

Kesepakatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana, menjelaskan langkah optimalisasi tidak hanya berupa pengaktifan sumur tua, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk menghadirkan teknologi baru dalam pengembangan potensi migas.

“Kita sepakat mempercepat optimalisasi potensi migas di Jawa Tengah, yang berkenaan dengan sumur BUMD, KUD, maupun UMKM. Termasuk menggali potensi-potensi yang ada,” ujar Taufan seusai bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jateng, Kamis.

Menurutnya, tahap awal yang akan dilakukan adalah inventarisasi sumur-sumur minyak masyarakat. Setelah terdata, sumur tersebut akan didaftarkan ke Kementerian ESDM. Selanjutnya, pengelolaan akan ditunjuk di masing-masing kabupaten/kota, baik melalui BUMD, KUD, maupun UMKM.

“Pengelolaan ini penting, supaya operasi sumur masyarakat bisa sesuai aspek keselamatan dan standar teknis yang berlaku,” tegas Taufan.

Ia menambahkan, Permen ESDM terbaru tersebut juga berfungsi mencegah masyarakat melakukan pengeboran sumur minyak baru tanpa izin. SKK Migas pun mengapresiasi langkah Gubernur Ahmad Luthfi yang sebelumnya sudah menginstruksikan larangan pengeboran sumur baru.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan program optimalisasi ini. Ia meminta SKK Migas untuk terus mengawal kinerja tim yang sudah dibentuk Pemprov Jateng.

“Kita minta dikawal. Ini bagus, tidak hanya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi langsung memberi manfaat kepada masyarakat serta mendukung swasembada energi,” kata Luthfi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menambahkan potensi sumur minyak masyarakat di wilayahnya cukup besar. Saat ini sudah terdata sekitar 5.300 sumur, dengan konsentrasi terbesar berada di Blora, disusul Kendal, Batang, Boyolali, Sragen, Rembang, dan Jepara.

Pihaknya akan kembali melakukan pendataan untuk memastikan optimalisasi berjalan dengan baik, terutama dari aspek lingkungan, teknis, dan keselamatan.

Dalam waktu dekat, tim yang dipimpin langsung Gubernur Ahmad Luthfi bersama SKK Migas akan menggelar rapat teknis lanjutan. Agenda tersebut mencakup sosialisasi kepada masyarakat hingga pembahasan detail mekanisme pengelolaan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru