Selasa, 07 Juli 2026

Hilirisasi Perkebunan Jawa Tengah Diperkuat dengan Dana Rp135 M

Jumat, 12 September 2025 12:23 WIB
Hilirisasi Perkebunan Jawa Tengah Diperkuat dengan Dana Rp135 M
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima kunjungan Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Abdul Roni Angkat, untuk membahas alokasi anggaran Rp135 M bagi hilirisasi sektor perkebunan di Jawa Tengah, di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (10/9/2025)
Semarang (buseronline.com) - Provinsi Jawa Tengah akan menerima alokasi dana sebesar Rp135 M dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk meningkatkan hilirisasi sektor perkebunan. Dana ini difokuskan pada perluasan lahan dan peningkatan produktivitas tiga komoditas unggulan, yaitu tebu, kopi, dan kelapa.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, menjelaskan bahwa program hilirisasi perkebunan merupakan salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Hingga saat ini, Kementan telah menyalurkan anggaran untuk beberapa komoditas unggulan, termasuk tebu, pala, jambu mete, kakao, kopi, dan kelapa.

“Khusus Jawa Tengah, setelah kita mapping, alokasinya Rp135 M. Salah satunya untuk tebu dengan kawasan seluas 11 ribu hektare,” kata Abdul Roni usai bertemu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu.

Program ini dijadwalkan mulai September 2025 dan harus selesai pada awal Desember 2025. Dengan demikian, provinsi serta kabupaten/kota di Jawa Tengah ditargetkan menyelesaikan pengembangan kawasan perkebunan unggulan dalam waktu kurang lebih dua bulan.

“Gubernur Ahmad Luthfi sangat mendukung, terutama untuk mengawal kabupaten/kota,” tambah Abdul Roni.

Tebu menjadi prioritas utama karena kebutuhan gula konsumsi dan industri nasional masih mengalami defisit. Kebutuhan gula konsumsi diperkirakan kekurangan sekitar 500 ribu ton, sedangkan gula industri defisit 4–5 juta ton. Dengan tambahan produksi, Jawa Tengah diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan nasional dan mewujudkan swasembada gula konsumsi.

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan akan mendukung penuh program tersebut. Ia langsung menginstruksikan dinas terkait untuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten/kota guna percepatan pelaksanaan.

“Intinya, kami akan dukung. Kami akan maksimalkan,” ujar Gubernur.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan, koordinasi dengan dinas di kabupaten/kota terus dilakukan karena mereka yang akan memandu pelaksanaan bantuan dari Kementan.

“Untuk tiga komoditas target, kelapa dan kopi sudah siap 100 persen, sedangkan tebu masih 80,75 persen. Tebu ini akan didorong oleh gubernur, dan besok akan ada rapat dengan bupati dan wali kota agar dipercepat,” jelas Defransisco.

Berdasarkan data 2024, Jawa Tengah merupakan produsen tebu terbesar ketiga setelah Jawa Timur dan Lampung, dengan luas areal 58.633,39 hektare dan produksi tebu 3.718.519,02 ton, menghasilkan gula kristal putih 258.776,845 ton.

Selain tebu, komoditas kopi dan kelapa juga menjadi unggulan. Luas areal kopi mencapai 47.714,53 hektare dengan produksi 26.507,79 ton, tersebar di 28 kabupaten/kota. Beberapa kabupaten ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional, antara lain Temanggung, Wonosobo, Semarang, Magelang, dan Jepara.

Sementara itu, produksi kelapa mencapai 161.233 ton dengan luas areal 200.863 hektare, menjadikan Jawa Tengah masuk 10 besar provinsi penghasil kelapa tertinggi nasional.

“Produksi dari tiga komoditas ini 100 persen bahkan lebih. Potensi itulah yang membuat Kementan menilai Jateng bisa meningkatkan produksi lebih tinggi lagi karena kontribusinya untuk nasional,” pungkas Defransisco. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026
komentar
beritaTerbaru