Selasa, 26 Mei 2026

Rapat Terbatas Dipimpin Presiden Prabowo, Bahas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 09 September 2025 15:15 WIB
Rapat Terbatas Dipimpin Presiden Prabowo, Bahas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan keterangan usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Rapat tersebut difokuskan pada pembahasan langkah percepatan program pemerintah pusat guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangannya usai rapat menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang telah dirancang. Ia menekankan perlunya optimalisasi kebijakan agar dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat.

“Kebijakan-kebijakan yang ada sekarang itu kelihatannya belum terlalu lancar diselenggarakan. Dan tadi rapat memutuskan untuk mempercepat semuanya. Itu dulu yang pertama. Jadi harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat,” ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit fiskal sesuai ketentuan undang-undang, yakni maksimal di level 3 persen. “Kita akan mengikuti undang-undang yang ada. Itu kan bukan keputusan saya, tapi keputusan pemerintah secara keseluruhan. Kita ikuti aturan yang berlaku,” jelasnya.

Menkeu Purbaya juga menepis anggapan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan otomatis memicu inflasi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan berada di kisaran 6,5 hingga 6,7 persen masih dalam batas aman.

“Jadi tidak otomatis defisit APBN menyebabkan inflasi atau belanja menyebabkan inflasi. Kita harus melihat sisi-sisi lain, termasuk kapasitas ekonomi untuk menciptakan pertumbuhan,” ucapnya.

Terkait stimulus tambahan, Purbaya menyebut pemerintah sedang menyiapkan percepatan implementasi program yang ada agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja. “Kuncinya di situ. Seberapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi sehingga lapangan kerja tersedia lebih banyak. Itu yang kita kejar ke depan,” tegasnya.

Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah berdiskusi dengan Bank Indonesia agar kebijakan yang ditempuh tidak mengganggu likuiditas sistem perbankan nasional.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap akselerasi pertumbuhan ekonomi dapat terwujud dalam waktu dekat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (R3)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
Kementan Percepat Penetapan CPCL untuk Kejar Target Pengembangan Tebu Nasional 2026
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
komentar
beritaTerbaru