Semarang (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengusulkan pengembangan wisata Kawasan Kota Lama Semarang agar terintegrasi dengan Heritage Lawang Sewu. Salah satu caranya adalah dengan melakukan penataan Jalan Inspeksi yang menghubungkan kedua destinasi tersebut.
“Jalan itu kalau kanan kiri jadi wisata, akan menjadi menarik. Sekarang orang senang olahraga jogging dan jalan-jalan. Jaraknya sekira tiga kilometer dari Lawang Sewu ke Kota Lama,” ujar Sumarno saat membuka Festival Kota Lama Semarang 2025 di Laroka Teater, Jalan Cendrawasih, Senin malam.
Menurut Sumarno, di sepanjang Jalan Inspeksi terdapat banyak bangunan bersejarah dan kampung-kampung tua yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini tidak hanya membangkitkan nilai sejarah Kota Semarang, tetapi juga menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
“Kawasan Kota Lama Semarang dengan bangunan heritage yang dimiliki menjadi identitas berbeda dari wilayah lain. Ini sejalan dengan slogan Pak Gubernur ‘Ngopeni Ngelakoni’. Kota Lama harus kita openi (rawat), karena punya potensi luar biasa,” jelasnya.
Sumarno juga mengapresiasi eksistensi Festival Kota Lama yang telah digelar untuk kali ke-14, sebagai bukti pengembangan pariwisata di kawasan tersebut terus dipertahankan. Ia menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam perekonomian Jawa Tengah, khususnya melalui peningkatan konsumsi masyarakat dan kunjungan wisatawan.
“Semarang dengan akses yang mudah memiliki potensi luar biasa. Mudah-mudahan event seperti Festival Kota Lama ini gaung dan dampaknya lebih luas lagi,” tambah Sekda.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah telah mendukung pengembangan pariwisata, termasuk pembukaan penerbangan internasional langsung dari Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang. Baru-baru ini dibuka rute Semarang-Kuala Lumpur, dan rencana akhir 2025 akan dibuka rute Semarang-Singapura.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menambahkan Festival Kota Lama 2025 berlangsung mulai 6-14 September 2025. Festival ini menampilkan berbagai kegiatan yang memperlihatkan identitas Kota Semarang sebagai kota multikultural sejak dahulu.
“Mudah-mudahan festival ini menjadi energi positif yang mengalir, merajut perbedaan, dan menampakkannya dalam keindahan Festival Kota Lama,” ujar Agustina.
Ke depan, Pemkot Semarang berencana melakukan penataan infrastruktur di sejumlah kawasan lain untuk mengembangkan potensi wilayah, di antaranya Kampung Melayu, Pecinan, dan Kampung Sekayu.
Festival ini sekaligus diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai destinasi wisata bersejarah yang terintegrasi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar