Selasa, 07 April 2026

Layanan Investasi di Jateng Tetap Berjalan, Perusahaan Nikmati Kemudahan

Jumat, 05 September 2025 10:14 WIB
Layanan Investasi di Jateng Tetap Berjalan, Perusahaan Nikmati Kemudahan
Petugas DPMPTSP Jawa Tengah melayani konsultasi perizinan investasi di Kantor DPMPTSP Jateng, Semarang, Rabu (3/9/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Layanan perizinan investasi di Provinsi Jawa Tengah dipastikan berjalan normal pasca demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah pada 29–31 Agustus 2025. Berbagai layanan seperti pendampingan Online Single Submission (OSS), Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tetap berlangsung kondusif.

Pantauan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Rabu, layanan reguler berlangsung seperti biasa. Seorang staf perusahaan swasta di Kota Semarang, Agung, mengaku datang untuk meminta informasi terkait NIB.

“Saya ke sini untuk membenarkan NIB, sekalian konsultasi. Layanannya baik, tetap lancar. Problemnya sudah di-solve, tadi cuma ada kendala di error system, jadi saya menunggu beberapa waktu,” ujar Agung saat ditemui di lobi DPMPTSP Jateng.

Agung menambahkan, selain prima, layanan di DPMPTSP Jateng juga diberikan secara gratis. Ia berharap, standar pelayanan tatap muka juga bisa dimaksimalkan untuk layanan hotline.

Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Roselasari, menegaskan layanan perizinan investasi di kantornya tetap berjalan normal. Kondisi serupa juga berlaku di 35 kabupaten/kota serta Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jawa Tengah.

Berdasarkan data sejak 29 Agustus hingga 2 September 2025, tercatat layanan pendampingan dimanfaatkan 17 orang, sementara layanan helpdesk digunakan oleh empat orang. Meski ada sedikit penurunan, menurut Sakina, angkanya tidak signifikan.

“Untuk proses perizinan investasi sebetulnya bisa dilakukan melalui aplikasi OSS RBA, dari manapun. Pelaku usaha yang datang ke kantor biasanya ingin diskusi atau konsultasi langsung dengan petugas. Ada penurunan, tapi tidak signifikan, demikian pula di kabupaten/kota,” jelasnya.

Terkait minat investasi asing, Sakina menegaskan Jawa Tengah tetap menjadi daya tarik. Pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan calon investor dari Tiongkok dan Korea Selatan agar tidak ragu berinvestasi di wilayahnya.

“Kami selalu menyampaikan kondisi riil di Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang yang sudah aman terkendali. Harapannya, para investor tidak ragu untuk segera berkunjung dan menanamkan modal,” tuturnya.

Sebagai informasi, realisasi investasi Jawa Tengah pada semester pertama 2025 mencapai Rp45,58 T, atau 58,19 persen dari target tahun ini. Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 222.373 orang, tertinggi dibanding empat provinsi lain di Pulau Jawa.

Dari total capaian itu, penanaman modal asing mendominasi dengan nilai Rp25,63 T atau 56 persen, sementara penanaman modal dalam negeri mencapai Rp19,95 T atau 44 persen. Investasi tersebut juga berdampak pada bertambahnya 59.100 proyek baru di Jawa Tengah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
komentar
beritaTerbaru