Rabu, 27 Mei 2026

Instruksikan BUMD Gelar Pangan Murah, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Stabilitas Pangan Terjaga

Kamis, 04 September 2025 04:23 WIB
Instruksikan BUMD Gelar Pangan Murah, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Stabilitas Pangan Terjaga
Warga mengantre untuk membeli bahan pangan murah dalam program BUMD Peduli di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Selasa (2/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Pekalongan (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjadi prioritas kerja pemerintah provinsi, terutama setelah terjadinya aksi demonstrasi di beberapa daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjamin.

Selain memantau kondisi wilayah secara langsung, Ahmad Luthfi menginstruksikan penggelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui program BUMD Peduli, yang berlangsung selama tiga hari pada 2, 3, dan 5 September 2025, di beberapa kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menjelaskan bahwa kegiatan BUMD Peduli digelar di Kota Pekalongan pada 2 dan 3 September 2025, bertempat di Kantor Kecamatan Pekalongan Utara dan Barat pada 2 September, serta di Pekalongan Timur dan Selatan pada 3 September.

“Satunya pada 5 September di Salatiga. BUMD Peduli ini menyasar masyarakat menengah bawah. Tujuannya, agar stabilitas harga pangan dan ketersediaan terjamin di lapangan, serta inflasi tetap terkendali,” ujar Dyah, Selasa.

Dyah menambahkan, program ini didukung oleh dana CSR BUMD Provinsi Jawa Tengah. Komoditas pangan dijual ke masyarakat dengan harga lebih rendah dari pasar, sehingga membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, telah disalurkan 5.000 kg beras seharga Rp11.000 per kg, 500 kg gula seharga Rp14.000 per kg, dan 500 liter minyak goreng seharga Rp14.000 per liter, semua berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga terpaut cukup lumayan dibandingkan di pasaran. Antusias masyarakat juga tinggi, banyak yang datang ke lokasi,” ungkap Dyah.

Selain BUMD Peduli, Pemprov Jateng juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan di wilayahnya untuk menggelar GPM. Pada hari yang sama, kegiatan serupa dilaksanakan di Karanganyar dan Solo, sementara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi mengadakan GPM di Kota Semarang.

Sejak Januari hingga 30 Agustus 2025, tercatat lebih dari 1.000 kegiatan Gerakan Pangan Murah telah digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, baik yang diinisiasi Kementerian, Pemprov Jateng, maupun pemerintah kabupaten/kota.

Program ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi agar masyarakat tetap terpenuhi kebutuhan pokoknya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru