Selasa, 07 April 2026

Soloraya Great Sale 2025 Catat Transaksi Rp10,3 T, Karanganyar Paling Dominan

Senin, 28 Juli 2025 12:23 WIB
Soloraya Great Sale 2025 Catat Transaksi Rp10,3 T, Karanganyar Paling Dominan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan sambutan dalam acara Puncak Soloraya Great Sale 2025 sekaligus peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, Sabtu (26/7/2025) malam. (Dok/Humas Jateng)
Karanganyar (buseronline.com) - Gelaran Soloraya Great Sale (SGS) 2025 yang berlangsung di tujuh kabupaten/kota wilayah Soloraya mencetak capaian gemilang. Hingga memasuki pekan terakhir, nilai transaksi yang tercatat telah menembus angka Rp10,3 T, melampaui target awal sebesar Rp10 T.

Event tahunan yang digelar di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten ini dijadwalkan berakhir pada 31 Juli 2025. Namun geliat transaksi dan aktivitas ekonomi masih terus berlangsung dan menunjukkan tren positif.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Puncak Soloraya Great Sale 2025 di Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, yang sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, Sabtu malam.

“Hari ini Soloraya Great Sale 2025 dalam satu bulan sudah mendapatkan Rp10,3 T. Saya sebagai Gubernur mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Gubernur Luthfi.

Luthfi menambahkan, Kabupaten Karanganyar menjadi daerah dengan kontribusi transaksi tertinggi, dengan nilai mencapai Rp3,7 T. Menurutnya, capaian ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari masyarakat dan pelaku usaha di wilayah tersebut.

“Karanganyar hari ini sudah mencatatkan Rp3,7 T dalam kegiatan Soloraya Great Sale 2025, nomor satu di Soloraya. Seluruh hotel di lereng Lawu full, penuh karena Soloraya Great Sale,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur Luthfi menekankan bahwa SGS tidak hanya soal diskon dan perputaran uang semata, tetapi menjadi strategi menumbuhkan kekuatan ekonomi kawasan melalui pendekatan aglomerasi dan kolaborasi antardaerah.

“Gelaran ini bicara tentang bagaimana kita menumbuhkembangkan wilayah aglomerasi ekonomi. Harapannya, memunculkan perekonomian baru berbasis kebersamaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia SGS 2025, Ferry S Indiarto, menyebut Soloraya Great Sale telah berkembang menjadi gerakan kolektif membangun kekuatan ekonomi kawasan. Menurutnya, capaian Rp10,3 T menjadi bukti bahwa sinergi antarwilayah di Soloraya telah melampaui sekadar konsep, dan menjelma sebagai praktik nyata pembangunan ekonomi regional.

“Soloraya Great Sale bukan sekadar festival diskon. Tahun ini menjadi tonggak penting terbentuknya kesadaran kawasan, untuk tumbuh bersama,” ujarnya.

Tiga daerah tercatat sebagai penyumbang transaksi tertinggi dalam SGS 2025, yakni Karanganyar, Surakarta, dan Sragen. Selain sektor perdagangan dan ritel, event ini juga menggerakkan roda ekonomi di sektor pariwisata, transportasi, UMKM, teknologi, hingga layanan keuangan.

Ferry menambahkan bahwa keberhasilan SGS 2025 tak lepas dari dukungan lintas sektor, mulai dari Kadin, kepala daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

“Kadin dari tujuh kabupaten/kota bergerak aktif, kepala daerah saling mendukung, pelaku usaha ikut ambil bagian, dan masyarakat merespons dengan antusias. Ini adalah cermin semangat baru,” tutupnya.

Soloraya Great Sale 2025 diharapkan menjadi model kolaborasi kawasan yang berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan daerah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
komentar
beritaTerbaru