Selasa, 26 Mei 2026

Menkeu Sri Mulyani di G20 Afrika Selatan: Kesenjangan Pembiayaan Pembangunan dan Iklim Jadi Sorotan

Rabu, 23 Juli 2025 12:25 WIB
Menkeu Sri Mulyani di G20 Afrika Selatan: Kesenjangan Pembiayaan Pembangunan dan Iklim Jadi Sorotan
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pandangan dalam sesi Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 yang digelar di Afrika Selatan, Jumat (18/7/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyoroti sejumlah tantangan krusial dalam pembiayaan pembangunan dan perubahan iklim saat menghadiri Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 di Afrika Selatan.

Dalam dua sesi utama yang digelar pada Jumat, Menkeu menekankan pentingnya inovasi pembiayaan dan penguatan kerja sama global, terutama dengan negara-negara berkembang di kawasan Afrika.

Di sesi kelima yang berfokus pada hambatan pembangunan di Afrika, Sri Mulyani menggarisbawahi penurunan signifikan dalam pendanaan konsesional—sumber utama pembiayaan pembangunan negara berkembang. Ia menilai, kondisi tersebut memerlukan pendekatan baru yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

“Oleh karenanya, diperlukan cara baru yang lebih berkelanjutan,” ujarnya, seperti dikutip dari akun Instagram resmi @smindrawati.

Sebagai alternatif, Sri Mulyani mendorong partisipasi modal swasta dalam pembangunan publik melalui skema kolaboratif, seperti platform SDG Indonesia One dan Infrastructure Guarantee Fund.

Ia menambahkan bahwa solidaritas global harus diperkuat melalui kemitraan strategis antara negara-negara berkembang dan kawasan Afrika untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Sementara dalam sesi keenam, yang juga menjadi sesi penutup pertemuan, Sri Mulyani menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kesenjangan pembiayaan iklim, di tengah realitas bahwa dampak perubahan iklim kian terasa secara nyata dan cepat.

Ia mengusulkan beberapa langkah konkret yang perlu segera diimplementasikan oleh komunitas global, antara lain:

Penguatan lembaga keuangan multilateral

Peningkatan pembiayaan konsesional

Percepatan mobilisasi modal swasta

Pemanfaatan blended finance yang kreatif dan inovatif

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Indonesia disebut telah menjalankan berbagai program konkret, seperti:

Pembentukan Dana Pooling Bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana,

Penerapan asuransi pertanian guna melindungi petani dari fluktuasi iklim,

Peluncuran IDXCarbon, sebagai bursa karbon pertama di Indonesia untuk mendorong partisipasi sektor swasta dalam pengendalian emisi.

Sri Mulyani menegaskan bahwa meski tantangan masih besar, optimisme dan kerja sama internasional menjadi kunci utama untuk mencapai kemajuan global.

“Progress is only possible when we choose to work together across differences for a common good. And it is always impossible until it s done,” kutipnya dari pernyataan Nelson Mandela.

Pertemuan FMCBG G20 kali ini menjadi wadah penting bagi para pemimpin ekonomi dunia untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan global, dengan menempatkan pembangunan berkelanjutan dan aksi iklim sebagai prioritas bersama. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Bupati Taput Tinjau Pemulihan Infrastruktur dan Lahan Hunian Korban Bencana di Adian Koting
Presiden Prabowo Tiba di Prancis, Awali Kunjungan Resmi Kenegaraan
998 Personel Gabungan Amankan Perayaan Idul Adha di Kota Bandung
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
komentar
beritaTerbaru