Kamis, 09 April 2026

Pertamina NRE dan MGH Energy Perkuat Kerja Sama Pengembangan E-Fuels untuk Dekarbonisasi Transportasi

Sabtu, 07 Juni 2025 12:20 WIB
Pertamina NRE dan MGH Energy Perkuat Kerja Sama Pengembangan E-Fuels untuk Dekarbonisasi Transportasi
Petugas Pertamina tengah mengoperasikan truk tangki berisi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di area bandara.
Jakarta (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmennya dalam transisi energi bersih melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Prancis, MGH Energy.

Seperti dilansir dari laman Pertamina, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan electrofuel atau e-fuels sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

Kerja sama ini diumumkan dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Prancis pada 28 Mei 2025. Kolaborasi ini menandai langkah maju dalam inovasi energi bersih di Indonesia dengan mengedepankan pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, air, dan angin.

CEO Pertamina NRE, John Anis menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan target pemerintah yang cukup ambisius dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Indonesia memiliki potensi sumber daya terbarukan yang sangat besar, dari energi surya hingga hidro, yang bisa menjadi fondasi bagi produksi e-fuels berskala industri,” ujarnya.

John menjelaskan bahwa e-fuels seperti e-metanol dan eSAF (e-Sustainable Aviation Fuel) menjadi solusi inovatif untuk pengurangan emisi karbon, terutama di sektor transportasi laut dan udara.

E-metanol merupakan bahan bakar sintetik yang dihasilkan dari kombinasi hidrogen hijau dan karbon dioksida yang ditangkap, dan umumnya digunakan di industri pelayaran maupun industri kimia.

Sementara eSAF diproduksi melalui proses elektrolisis menggunakan energi terbarukan dan ditujukan untuk sektor penerbangan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mendorong dekarbonisasi, tetapi juga berpotensi mempercepat transfer teknologi serta memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengapresiasi langkah proaktif Pertamina NRE dalam menjajaki solusi energi bersih melalui sinergi internasional.

“Kami mendukung penuh pengembangan energi baru terbarukan yang memberikan manfaat luas, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pemerintah,” ujarnya.

Secara global, pengembangan e-fuels dan eSAF telah menjadi bagian dari agenda transisi energi di berbagai negara. Jerman telah mengoperasikan pabrik e-fuel skala besar di Patagonia, sementara Jepang dan Amerika Serikat aktif mendorong riset dan pemberian insentif fiskal.

Indonesia diharapkan mampu menangkap peluang ini, dengan dukungan dari sisi regulasi, infrastruktur, investasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, untuk menjadi salah satu pusat produksi bahan bakar bersih terbesar di kawasan ASEAN.

MGH Energy sendiri merupakan perusahaan Prancis yang fokus pada pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, khususnya transportasi laut dan udara, melalui pengembangan bahan bakar terbarukan seperti e-metanol dan e-jet.

Dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki, MGH Energy siap berkontribusi dalam akselerasi transisi energi di Indonesia. (R)

Pertamina NRE dan MGH Energy Perkuat Kerja Sama Pengembangan E-Fuels untuk Dekarbonisasi Transportasi

Jakarta (buseronline.com) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat komitmennya dalam transisi energi bersih melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Prancis, MGH Energy.

Seperti dilansir dari laman Pertamina, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan electrofuel atau e-fuels sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

Kerja sama ini diumumkan dalam acara Forum Bisnis Indonesia-Prancis pada 28 Mei 2025. Kolaborasi ini menandai langkah maju dalam inovasi energi bersih di Indonesia dengan mengedepankan pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, air, dan angin.

CEO Pertamina NRE, John Anis menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan target pemerintah yang cukup ambisius dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

“Indonesia memiliki potensi sumber daya terbarukan yang sangat besar, dari energi surya hingga hidro, yang bisa menjadi fondasi bagi produksi e-fuels berskala industri,” ujarnya.

John menjelaskan bahwa e-fuels seperti e-metanol dan eSAF (e-Sustainable Aviation Fuel) menjadi solusi inovatif untuk pengurangan emisi karbon, terutama di sektor transportasi laut dan udara.

E-metanol merupakan bahan bakar sintetik yang dihasilkan dari kombinasi hidrogen hijau dan karbon dioksida yang ditangkap, dan umumnya digunakan di industri pelayaran maupun industri kimia.

Sementara eSAF diproduksi melalui proses elektrolisis menggunakan energi terbarukan dan ditujukan untuk sektor penerbangan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya mendorong dekarbonisasi, tetapi juga berpotensi mempercepat transfer teknologi serta memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso mengapresiasi langkah proaktif Pertamina NRE dalam menjajaki solusi energi bersih melalui sinergi internasional.

“Kami mendukung penuh pengembangan energi baru terbarukan yang memberikan manfaat luas, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pemerintah,” ujarnya.

Secara global, pengembangan e-fuels dan eSAF telah menjadi bagian dari agenda transisi energi di berbagai negara. Jerman telah mengoperasikan pabrik e-fuel skala besar di Patagonia, sementara Jepang dan Amerika Serikat aktif mendorong riset dan pemberian insentif fiskal.

Indonesia diharapkan mampu menangkap peluang ini, dengan dukungan dari sisi regulasi, infrastruktur, investasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, untuk menjadi salah satu pusat produksi bahan bakar bersih terbesar di kawasan ASEAN.

MGH Energy sendiri merupakan perusahaan Prancis yang fokus pada pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, khususnya transportasi laut dan udara, melalui pengembangan bahan bakar terbarukan seperti e-metanol dan e-jet.

Dengan pengalaman dan teknologi yang dimiliki, MGH Energy siap berkontribusi dalam akselerasi transisi energi di Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
Disdik Kota Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026
Pemkab Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku” untuk Tingkatkan Literasi Anak
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Evaluasi Total IUP di Kawasan Hutan
Medan Masih Rawan, Evakuasi Longsor di Desa Sembahe Tetap Berjalan
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
komentar
beritaTerbaru