Rabu, 10 Juni 2026

Kementan dan FFI Edukasi Mahasiswa IPB Soal Gizi dan Swasembada Susu di Hari Susu Sedunia

Sabtu, 07 Juni 2025 10:27 WIB
Kementan dan FFI Edukasi Mahasiswa IPB Soal Gizi dan Swasembada Susu di Hari Susu Sedunia
Perwakilan Kementan, Frisian Flag Indonesia, IPB University, dan Kemenko Bidang Pangan mengangkat gelas susu bersama dalam peringatan Hari Susu Sedunia 2025 di IPB University.
Bogor (buseronline.com) - Bertepatan dengan peringatan Hari Susu Sedunia, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar program edukasi bertajuk "Goes to Campus" di IPB University, Dramaga, Bogor.

Kegiatan ini mengangkat pentingnya konsumsi susu dan gizi seimbang di kalangan generasi muda, serta mendukung langkah besar menuju swasembada susu nasional tahun 2029.

Kegiatan ini turut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, civitas akademika IPB University, serta para guru besar dan pelaku industri peternakan.

Acara ini menjadi forum lintas sektor yang membahas masa depan industri susu nasional, ketahanan pangan, dan tantangan regenerasi peternak lokal.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementan, Nuryani Zainuddin mengungkapkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi susu nasional hanya mencapai 16,1 liter/kapita/tahun, jauh di bawah Brunei Darussalam (70 kg/kapita/tahun) maupun negara ASEAN lainnya.

“Susu bukan sekadar minuman, tetapi sumber nutrisi penting untuk pertumbuhan, kecerdasan, dan daya tahan tubuh. Konsumsi susu adalah investasi jangka panjang bangsa dalam pembangunan SDM,” ujar Nuryani.

Pemerintah, melalui Kementan, telah menyiapkan berbagai strategi konkret, di antaranya:

Program satu juta ekor sapi perah pada 2025-2029.

Pembangunan 29 Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk peternakan sapi perah terintegrasi.

Realisasi awal: 9.736 ekor sapi perah dari Australia telah tiba dan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Penguatan kemitraan antara Industri Pengolahan Susu (IPS) dan peternak lokal agar susu segar terserap optimal.

Selain itu, Kementan juga tengah menyusun Rancangan Peraturan Presiden (RanPerpres) P2SDN (Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional) untuk memperkuat kerangka hukum pengembangan sektor ini.

Salah satu tantangan besar adalah rendahnya minat generasi muda menjadi peternak. Karena itu, Kementan mendorong keterlibatan perguruan tinggi seperti IPB untuk mencetak SDM unggul dan inovatif dalam sektor peternakan.

“Kita harus ubah persepsi bahwa beternak itu kotor dan tidak menguntungkan. Dengan teknologi, peternakan bisa jadi sektor strategis yang menjanjikan secara ekonomi dan karier,” jelas Nuryani.

Guru Besar Teknologi Susu IPB University, Prof Epi Taufik menyambut positif munculnya peternak menengah dan generasi muda yang mengelola usaha sapi perah secara modern.

Meski 85% sapi perah masih dikelola peternak kecil berusia rata-rata 56 tahun, kini mulai tumbuh minat dari kalangan muda.

“Dengan dukungan teknologi seperti mesin perah otomatis dan pakan silase, produktivitas susu bisa meningkat signifikan. Ini perlu ditopang kebijakan dan fasilitasi berkelanjutan,” katanya.

Frisian Flag Indonesia (FFI) turut berperan aktif dalam pengembangan ekosistem susu nasional melalui program Dairy Development Program (DDP) dan Young Progressive Farmer Academy (YPFA).

Head of Dairy Development FFI Akhmad Sawaldi menyampaikan bahwa produksi susu dalam negeri baru memenuhi sekitar 22% kebutuhan nasional.

“Kami hadir untuk mendorong pertumbuhan peternak modern dan sejahtera. Tantangan seperti akses teknologi, pendanaan, dan pasar terus kami bantu atasi lewat program pengembangan berkelanjutan,” ujar Akhmad.

Salah satu alumni YPFA, Tatok Harianto juga membagikan kisah suksesnya. Ia kini menjadi peternak muda yang mengelola usaha secara modern.

“Bersama FFI, kami belajar teknologi baru, memperluas wawasan, dan melihat peternakan sebagai bisnis masa depan. Menjadi peternak bukan sekadar profesi, tapi peran penting dalam menjaga pangan bangsa,” tegasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Pangan, Widiastuti menambahkan bahwa pemerintah menyiapkan strategi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem susu nasional.

“Kami fokus pada edukasi gizi, penguatan peternakan lokal melalui teknologi dan pendanaan, serta dorong diversifikasi produk dan kemitraan dengan industri. Semua ini bagian dari strategi ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, industri, dan generasi muda, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan konsumsi susu masyarakat, dan menciptakan sektor peternakan yang inklusif dan berdaya saing. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru