Minggu, 12 April 2026

Pemerintah Kembangkan Kawasan Industri Lewat Proyek TCTP dan Kerja Sama Strategis

Kamis, 29 Mei 2025 12:12 WIB
Pemerintah Kembangkan Kawasan Industri Lewat Proyek TCTP dan Kerja Sama Strategis
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui pengembangan proyek strategis Two Countries Twin Parks (TCTP), yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan kawasan industri dan mempererat integrasi rantai pasok kedua negara.

Proyek ini merupakan hasil konkret dari kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, ke Indonesia, yang ditandai dengan penandatanganan empat nota kesepahaman (MoU) serta delapan poin kerja sama strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan bahwa proyek TCTP merupakan simbol kuat kemitraan ekonomi jangka panjang Indonesia dan Tiongkok, sekaligus langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara kedua negara.

“Proyek Two Countries Twin Parks yang kami rencanakan berlokasi di Batang dengan luas sekitar 500 hektare, dan diharapkan dapat dikembangkan menjadi seperti Shenzhen-nya Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan pers yang dikutip pada Rabu (28/5/2025).

Dalam implementasinya, pemerintah mendorong pengembangan tiga kawasan industri strategis di Indonesia yang akan terkoneksi dengan kawasan mitra di Tiongkok.

Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah akan dikembangkan dengan visi serupa kawasan industri modern Shenzhen. Sementara itu, kawasan industri di Bintan, Kepulauan Riau, akan dikolaborasikan dengan kawasan industri di Provinsi Fujian, Tiongkok.

Langkah ini bertujuan memperkuat konektivitas rantai pasok dan meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global. TCTP juga sejalan dengan prioritas nasional dalam menarik investasi berkualitas tinggi dan memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

Selain meningkatkan hubungan ekonomi internasional, proyek TCTP diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi domestik. Pemerintah menargetkan pengembangan kawasan industri ini akan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri.

“Dengan konektivitas rantai pasok yang lebih kuat dan perluasan peluang kerja melalui investasi industri, proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambah Airlangga.

Pemerintah juga akan memastikan pengawasan intensif dan dukungan regulasi yang selaras agar proyek berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Proyek TCTP tidak hanya menegaskan eratnya hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menciptakan model kerja sama ekonomi yang inovatif dan inklusif.

Dengan pendekatan twin parks, kerja sama industri diharapkan tidak hanya mencakup aspek perdagangan, tetapi juga alih teknologi, pelatihan tenaga kerja, dan peningkatan nilai tambah produksi.

Melalui proyek ini, Indonesia menegaskan komitmennya menjadi bagian penting dalam jaringan industri global, sekaligus memperkuat daya saing kawasan industri nasional sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo Komitmen Dorong Pencak Silat Mendunia hingga Olimpiade
Anak Donorkan Hati untuk Ayah, Transplantasi di RSUP Fatmawati Berjalan Sukses
RSUP Fatmawati Perkuat Layanan Transplantasi Hati Lewat Kolaborasi Internasional
RSUP Fatmawati Sukses Lakukan Transplantasi Hati Ketiga, Perkuat Kemandirian Layanan Medis
Kolaborasi Multipihak Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional
Kemendikdasmen Genjot Sertifikasi Kompetensi dan Bahasa Asing untuk Siswa SMK
komentar
beritaTerbaru