Kamis, 09 April 2026

Peluncuran Buku "Road to Rotterdam", LPEI dan KBRI Den Haag Dukung Diversifikasi Ekspor

Minggu, 18 Mei 2025 12:21 WIB
Peluncuran Buku
Para pemimpin Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag meluncurkan buku "Road to Rotterdam" sebagai panduan strategis bagi eksportir Indonesia menuju pasar Belanda dan Eropa, bertempat di kantor pusat LP
Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya mendukung strategi diversifikasi ekspor dan memperkuat penetrasi pasar global, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda, meluncurkan buku berjudul Road to Rotterdam pada Rabu. Peluncuran dilakukan secara hybrid di kantor pusat LPEI Jakarta dan Indonesia House Amsterdam.

Buku Road to Rotterdam merupakan hasil kolaborasi antara tim ekonom LPEI dan Fungsi Ekonomi KBRI Den Haag. Buku ini menyajikan kajian komprehensif tentang peluang, tantangan, dan karakteristik pasar Belanda, serta strategi yang dapat diterapkan eksportir Indonesia untuk menembus pasar Eropa melalui pelabuhan Rotterdam, yang merupakan gerbang utama masuknya produk ke Eropa.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, H E Mayerfas, dalam sambutannya secara daring, menekankan pentingnya pelabuhan Rotterdam dalam konteks perdagangan Indonesia-Eropa.

“Sekitar 80% ekspor Indonesia ke Eropa masuk melalui pelabuhan Rotterdam. Kolaborasi LPEI dan KBRI Den Haag melalui buku ini diharapkan menjadi referensi strategis yang memperkuat kepercayaan diri para eksportir untuk mengakses pasar global, khususnya Belanda,” ujar Mayerfas.

Senior Economist LPEI, Donda Sarah Hutabarat, menyampaikan bahwa Belanda merupakan mitra dagang potensial dengan risiko pasar yang tergolong rendah. Produk-produk unggulan seperti minyak hewani/nabati, alas kaki, mesin dan perlengkapan elektrik, serta produk kimia memiliki permintaan tinggi di negara tersebut.

“Buku ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha, terutama UMKM, untuk mengidentifikasi celah pasar dan meningkatkan volume ekspor. Namun, tantangannya adalah bagaimana memenuhi standar dan sertifikasi internasional agar produk dapat diterima di pasar Belanda,” jelas Donda.

Ketua Umum Indonesia Diaspora SME Export Empowerment & Development, Ira Damayanti, turut menyoroti peran penting diaspora Indonesia dalam memasarkan produk dalam negeri di Eropa.

“Produk UMKM kita punya potensi besar, namun harus memenuhi regulasi pangan dan sertifikasi yang berlaku. Mengenalkan produk kepada pasar Belanda melalui komunitas diaspora bisa menjadi strategi awal yang efektif,” ujar Ira.

Ia menambahkan bahwa memahami preferensi konsumen Eropa dan kesiapan produk untuk bersaing di pasar internasional adalah kunci keberhasilan ekspor jangka panjang.

Peluncuran Road to Rotterdam menjadi bagian dari respon strategis Indonesia terhadap dinamika global yang tidak menentu. Inisiatif ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem ekspor yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, LPEI berkomitmen untuk terus memfasilitasi ekspor nasional melalui riset, pembiayaan, dan pendampingan, serta kemitraan internasional seperti yang dijalin dengan KBRI Den Haag. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Puncak Proyek Kokurikuler SMAN 1 Cisarua Tampilkan Kreativitas dan Inovasi Siswa
Disdik Kota Bandung Intensifkan Sosialisasi SPMB 2026
Pemkab Batang Luncurkan Gerakan “Sak Minggu Sak Buku” untuk Tingkatkan Literasi Anak
Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Evaluasi Total IUP di Kawasan Hutan
Medan Masih Rawan, Evakuasi Longsor di Desa Sembahe Tetap Berjalan
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi
komentar
beritaTerbaru