Senin, 08 Juni 2026

15 Perusahaan Dukung P2SDN dengan Penandatanganan Kerjasama Pemasukan Sapi Perah dan Pedaging

Rabu, 22 Januari 2025 11:06 WIB
15 Perusahaan Dukung P2SDN dengan Penandatanganan Kerjasama Pemasukan Sapi Perah dan Pedaging
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Sembilan Sejahtera dan 15 perusahaan anggota APPDI untuk mendukung percepatan P2SDN, Senin (21/1/2025). (Dok/Humas PKH)
Depok (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).

Pada Senin, PT Sembilan Sejahtera bersama 15 perusahaan anggota Asosiasi Produsen dan Pengusaha Daging Indonesia (APPDI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait join shipment pemasukan sapi perah dan sapi pedaging ke Indonesia.

Acara yang berlangsung di Depok tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Sesditjen PKH) Kementan, Tri Melasari.

Ia mengapresiasi kolaborasi ini sebagai wujud sinergi nyata antara pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Kerjasama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Tri Melasari.

Sebanyak 15 perusahaan berpartisipasi dalam inisiatif ini, di antaranya PT Sembilan Sejahtera, PT Permata Cemerlang Abadi, PT Boga Wisesa Nusantara, PT Indo Mandiri Sejahtera, PT Indoguna Utama, CV Surya Cemerlang Abadi, CV Cahaya Karya Indah, PT Indo Kulina Sarana Utama, PT Berkat Mandiri Prima, CV Anugerah Indah Jaya, CV Karya Mandiri Bersama, CV Prima Jaya Mandiri, PT Madusari Nusaperdana, PT Jak Food Sejahtera, dan CV Bayu Lestari.

Ketua APPDI, Juard Effendi, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung rantai pasok daging nasional.

“Kami di APPDI berkomitmen untuk membantu pemerintah meningkatkan ketersediaan bahan baku daging dan susu, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ungkap Juard.

Direktur PT Sembilan Sejahtera, Juniusco Cuaca, menjelaskan bahwa metode join shipment ini dirancang untuk mengatasi tantangan logistik dan efisiensi biaya dalam impor sapi.

“Kami berharap dengan join shipment, sapi perah dan pedaging dapat diimpor dengan biaya lebih terjangkau, sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat secara luas,” kata Juniusco.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan daging dan susu, tetapi juga memberikan dampak positif pada subsektor peternakan dalam negeri.

Dengan target swasembada protein hewani, Kementan optimistis bahwa langkah ini akan mendukung keberlanjutan produksi nasional.

“Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan mempercepat tercapainya ketahanan pangan nasional dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkas Tri Melasari.

Kerjasama ini menjadi tonggak penting dalam penguatan produksi pangan nasional, khususnya dalam menyediakan sumber protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Wamendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Tabanan, Pemerintah Targetkan Tak Ada Sekolah Rusak Berat pada 2028
Patroli Laut Gabungan Gagalkan Penyalahgunaan Narkoba, Nahkoda dan ABK Kapal Positif Ganja
Pemerintah Perkuat Sektor Persusuan Nasional untuk Dukung Program MBG dan Indonesia Emas 2045
Pagi Ceria di Balikpapan Perkuat Karakter dan Pola Hidup Sehat Siswa
KPK Soroti Praktik Pungli dan Gratifikasi dalam Penerimaan Murid Baru
Kemenkes Susun Aturan Kemasan Seragam Rokok dan Vape untuk Tekan Perokok Anak
komentar
beritaTerbaru