Rabu, 10 Juni 2026

Grobogan Raih Panen Raya Jagung, Nana Sudjana Dukung Swasembada Pangan

Rabu, 15 Januari 2025 09:19 WIB
Grobogan Raih Panen Raya Jagung, Nana Sudjana Dukung Swasembada Pangan
Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, memimpin panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, pada Selasa (14/1/2025). (Dok/Humas Jateng)
Grobogan (buseronline.com) - Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, memimpin panen raya jagung bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Tegalsumur, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Selasa.

Panen ini dilakukan di lahan seluas 578 hektare dengan produktivitas mencapai 8-10 ton per hektare, menghasilkan total produksi hingga 5.780 ton.

Nana menyampaikan bahwa panen ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo terkait swasembada pangan. "Tambahan produksi ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi lumbung pangan nasional, terutama untuk komoditas padi dan jagung," ujarnya.

Kabupaten Grobogan memiliki 13 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang mengelola lahan seluas 3.950 hektare. Kelompok-kelompok ini mendapat dukungan modal dari PT BPR BKK Purwodadi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Hasil panen jagung langsung diserap oleh industri besar seperti PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Mulia Harvest Agritech, PT CJ Feed and Care, serta PT Malindo Feedmill, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,49 M.

Nana berharap panen raya ini dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan sinergi antara pemerintah, petani, dan pengusaha. “Sinergitas ini sangat penting agar produktivitas tanaman pangan seperti jagung terus meningkat. Hal ini juga akan membantu menjaga stabilitas inflasi,” tuturnya.

Panen raya ini juga merupakan tindak lanjut dari program New Food Supply Chain yang diresmikan pada 1 November 2024.

Program tersebut bertujuan memberikan kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memastikan pasokan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni, menjelaskan bahwa petani di wilayahnya menggunakan sistem methuk, yaitu menanam bibit baru sebelum panen berlangsung. Sistem ini memungkinkan peningkatan frekuensi panen dalam setahun.

"Pemkab Grobogan bersama PT BPR BKK Purwodadi berkomitmen mendampingi sektor pertanian dari hulu ke hilir, mulai dari proses penanaman hingga penjualan," ujar Sri Sumarni.

Dengan keberhasilan panen raya ini, diharapkan Jawa Tengah semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional dan mendukung visi Indonesia menuju swasembada pangan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
komentar
beritaTerbaru