Rabu, 10 Juni 2026

Tour of Kemala 2025: Kompetisi Sepeda dan Pameran UMKM

Minggu, 12 Januari 2025 09:17 WIB
Tour of Kemala 2025: Kompetisi Sepeda dan Pameran UMKM
Yayasan Kemala Bhayangkari dan PB ISSI kembali menyelenggarakan event tahunan Tour of Kemala 2025, yang akan digelar di Yogyakarta. (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Yayasan Kemala Bhayangkari dan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) kembali menggelar ajang tahunan Tour of Kemala 2025. Acara bergengsi ini akan berlangsung di Yogyakarta pada 15-16 Februari 2025, menghadirkan berbagai kompetisi sepeda serta dukungan nyata terhadap pelaku UMKM lokal.

Ketua Panitia Tour of Kemala 2025, Martha Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa tahun ini kompetisi sepeda menjadi sorotan utama.

Ada tiga kategori yang disiapkan, yaitu Race 123 km untuk atlet profesional, Tour 55 km untuk komunitas dan penggemar sepeda, serta Criterium 2,28 km yang difokuskan untuk mencetak calon atlet baru.

“Tour of Kemala 2025 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang interaksi budaya dan ekonomi. Kami ingin menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya,” ujar Martha, Sabtu (11/1/2025).

Selain kompetisi, acara ini dirancang untuk mempromosikan produk UMKM lokal melalui booth pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan dari pelaku usaha kecil. Wisatawan juga akan dimanjakan dengan suguhan seni dan budaya lokal, serta panggung hiburan musik yang memeriahkan suasana.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada kekayaan budaya, keramahan masyarakat, dan dukungan lingkungan yang asri. “Kami ingin turut mendukung kemajuan UMKM lokal di Yogyakarta, yang dikenal memiliki produk kreatif berkualitas tinggi,” tambah Martha.

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi www.tourofkemala.id atau media sosial Instagram @tourofkemala. “Kami mengundang masyarakat untuk menjadi bagian dari momen bersejarah ini,” tutupnya.

Tour of Kemala 2025 diharapkan menjadi perpaduan sempurna antara olahraga, budaya, dan pemberdayaan ekonomi, memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menorehkan catatan positif di dunia olahraga nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
komentar
beritaTerbaru