Rabu, 08 April 2026

Wamentan Sudaryono: Pengusaha Ternak Nasional Didorong Impor Sapi Indukan

Jumat, 10 Januari 2025 09:28 WIB
Wamentan Sudaryono: Pengusaha Ternak Nasional Didorong Impor Sapi Indukan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berbicara dengan pengusaha ternak saat kunjungan kerja di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/1/2025). (Dok/Kementan RI)
Surabaya (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mendorong pengusaha ternak di Indonesia untuk segera mengimpor sapi indukan dari luar negeri.

Langkah ini diambil guna mendukung program makan bergizi gratis yang diinisiasi pemerintah serta memenuhi kebutuhan pangan bergizi nasional, khususnya daging dan susu.

“Pengusaha diharapkan mendatangkan sapi hidup untuk dibudidayakan di dalam negeri. Dengan begitu, kebutuhan nasional, terutama dalam mendukung program makan bergizi gratis, bisa terpenuhi,” ujar Sudaryono saat kunjungan kerja di Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Menurut Wamentan, sebagian besar komponen makan bergizi gratis, seperti cabai, bawang, sayur, ayam, telur, daging, dan susu, menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian. Namun, hingga kini kebutuhan daging sapi dan susu di dalam negeri masih belum terpenuhi.

Untuk itu, pemerintah membuka peluang investasi sebesar-besarnya di sektor peternakan sapi. “Kita membuka ruang investasi bagi siapa pun yang ingin mendatangkan sapi hidup. Pemerintah menargetkan impor 200.000 ekor sapi perah dan 200.000 ekor sapi pedaging pada tahun 2025. Dalam lima tahun ke depan, targetnya mencapai 2 juta ekor sapi indukan,” jelas Sudaryono.

Indukan sapi tersebut akan disalurkan kepada peternak kecil maupun besar melalui pola kemitraan. Sudaryono menegaskan, pemerintah hanya memfasilitasi investor untuk mendatangkan sapi indukan dan memperbanyak jumlahnya di dalam negeri.

“Kami harap langkah ini mampu meningkatkan produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan memperkuat ketahanan pangan. Program ini juga membuka peluang usaha baru bagi pengusaha di sektor peternakan,” tambahnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah optimistis kebutuhan daging dan susu dapat terpenuhi, sekaligus mendukung keberlanjutan program pangan bergizi untuk masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pemkab Rembang Perkuat Budaya Donor Darah, Stok Diharapkan Lebih Stabil
Manajemen Mudik Lebaran 2026 Tuai Apresiasi
Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-anak Sekolah
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
komentar
beritaTerbaru