Kamis, 09 April 2026

Tingkatkan Literasi Keuangan Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal

Senin, 30 Oktober 2023 11:40 WIB
Tingkatkan Literasi Keuangan Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal
Sekda Jawa Tengah Sumarno foto bersama dengan lainnya di sela acara “The Jewel of Central Java“, di Lapangan Pancasila, Semarang, Sabtu (28/10/2023) malam. (Dok/Kominfo Jawa Tengah)

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.


Hal itu guna mengantisipasi masyarakat agar tidak terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal. Selain itu, masyarakat dapat memahami dan mampu mengakses layanan lembaga keuangan.


“Selama ini kami sudah melakukan kolaborasi mengenai inklusi dan literasi keuangan. Ini menjadi salah satu program yang harus kita kejar, sebab cakupan inklusi maupun literasi keuangan kita belum 100 persen,” kata Sekda Jawa Tengah Sumarno di sela acara “The Jewel of Central Java“, di Lapangan Pancasila (Simpanglima) Semarang, Sabtu malam.


Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan yang masih rendah, menjadi kendala masyarakat dalam mengakses permodalan. Sebab, masyarakat tidak mengetahui perihal layanan lembaga keuangan maupun pinjaman permodalan perbankan, dengan bunga rendah. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang terjebak rentenir dan pinjol ilegal.


Oleh karena itu, kata Sumarno, Pemprov Jawa Tengah terus mendukung berbagai kegiatan inklusi keuangan, supaya pemahaman masyarakat meningkat.


Dengan begitu, akses modal bagi pelaku UMKM maupun maraknya pinjol yang menyasar berbagai kalangan masyarakat, dapat diatasi bersama.


Sementara, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan OJK Jateng-DIY menyelenggarakan Bulan Inklusi Keuangan dan Safari Rupiah.


Melalui kegiatan Safari Rupiah, Bank Indonesia mensosialisasikan kepada masyarakat tentang cinta, bangga, dan paham rupiah.


Rahmat mengatakan, sebagai warga Indonesia yang tinggal di Tanah Air, wajib menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi, baik tunai maupun nontunai. Hal itu sekaligus untuk menumbuhkan nasionalisme dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.


“Ini adalah bulan inklusi keuangan yang digagas oleh OJK. Kenapa acara ini disebut The Jewel of Central Java, karena ini mungkin satu-satunya kota di Indonesia yang OJK dan Bank Indonesia berkolaborasi memeriahkan inklusi keuangan,” tutur Rahmat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Satgas Operasi Damai Cartenz Hadiri Tradisi Bakar Batu di Intan Jaya, Perkuat Kedekatan dengan Warga
KPK Perkuat Pencegahan Korupsi, Evaluasi Tata Kelola Pemko Salatiga
Kakorlantas Resmikan Safety Driving Center Polda Kalsel di Banjarmasin
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemkab Taput Lakukan Monitoring Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB Dukung Indonesia Emas 2045
komentar
beritaTerbaru