Minggu, 08 November 2026

Pemprov Jateng Kembangkan Sigap Deswita untuk Dorong 1.000 Desa Wisata

Minggu, 08 November 2026 14:30 WIB
Pemprov Jateng Kembangkan Sigap Deswita untuk Dorong 1.000 Desa Wisata
Kepala Bangda Setda Provinsi Jawa Tengah Eni Lestari.

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat pengembangan sektor pariwisata melalui inovasi Sinergi Governansi Adaptif Desa Wisata (Sigap Deswita).

Dilansir dari laman Jatengprov, program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi desa wisata melalui kolaborasi lintas sektor sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah (Bangda) Setda Provinsi Jawa Tengah Eni Lestari mengatakan Sigap Deswita mengedepankan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam mengembangkan potensi desa wisata.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yakni pengembangan 1.000 desa wisata atau kampung wisata yang tertuang dalam RPJMD 2025-2029.

"Pengelolaan desa wisata tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Pariwisata. Perlu kolaborasi banyak pihak, dengan masyarakat sebagai akar penggeraknya," ujar Eni, pada 6 November 2026.

Menurutnya, setiap desa wisata memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, Sigap Deswita mendorong pemetaan potensi desa, pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pelatihan pengolahan produk lokal, hingga dukungan sarana dan prasarana melalui kerja sama lintas sektor.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, pada 2025 terdapat 899 desa wisata. Dari jumlah tersebut, sekitar 76,2 persen masih berstatus rintisan sehingga membutuhkan pendampingan dan pengembangan agar mampu naik kelas.

Salah satu contoh pengembangan desa wisata dilakukan di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Desa tersebut memanfaatkan potensi Sungai Tuntang untuk wisata rekreasi dan arung jeram. Bahkan, kawasan itu pernah menjadi tuan rumah cabang olahraga rafting dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pengembangan wisata tersebut turut membuka peluang usaha bagi masyarakat. Warga mulai didorong menyediakan homestay dengan memanfaatkan rumah tinggal serta mengembangkan produk olahan pangan lokal.

beritaTerkait
Pemprov Sumut Siapkan Delapan Event, Targetkan 365 Ribu Kunjungan Wisman pada 2026
Pemprov Jateng Perluas Akses Beasiswa Kuliah bagi Masyarakat Kurang Mampu
Kawasan Megalitik Nias Selatan Disiapkan Menuju Warisan Dunia UNESCO
Speling Jateng Jangkau 1.660 Desa, Layani Lebih dari 133 Ribu Warga
Jelang Nataru 2026-2027, Gubernur Jateng Perkuat Satgas Pengendalian Harga Pangan
99,3 Persen PAUD di Jawa Tengah Dikelola Masyarakat, Pemprov Dorong Pemerataan Pendidikan
komentar
beritaTerbaru