Sementara itu, perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Jawa Tengah turut menyampaikan persoalan yang dihadapi dunia usaha, khususnya terkait infrastruktur pelabuhan.
Kedalaman pelabuhan yang belum memadai serta terbatasnya pilihan kapal dinilai memengaruhi kelancaran rantai pasok bahan baku industri.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah Ahmad Aziz memaparkan data ketenagakerjaan per 3 November 2026.
Tercatat terdapat 623.180 perusahaan di
Jawa Tengah, terdiri atas 3.040 perusahaan besar, 5.670 perusahaan menengah, 6.040 perusahaan kecil, dan 610.405 perusahaan mikro.
Sementara jumlah tenaga kerja mencapai 2.071.753 orang, dengan rincian 945.275 laki-laki dan 1.126.478 perempuan.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah dalam mempersiapkan kebijakan pengupahan 2027, sekaligus mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. (R)
beritaTerkait
komentar