Minggu, 25 Oktober 2026

Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Tembus Rp110 Triliun

Minggu, 25 Oktober 2026 09:45 WIB
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Tembus Rp110 Triliun
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).

Batang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi optimistis realisasi investasi di wilayahnya mencapai Rp110 triliun hingga akhir 2026. Dilansir dari laman Jatengprov, hingga triwulan III tahun ini, investasi Jawa Tengah tercatat sebesar Rp72,54 triliun.

Optimisme tersebut disampaikan Ahmad Luthfi dalam Forum Investasi Jawa Tengah dan Detik Jateng-Jogja Award 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, pada 23 Oktober 2026.

Luthfi menyebutkan, masuknya investor baru, termasuk perusahaan asal Vietnam yang segera berinvestasi, diharapkan dapat mendorong pencapaian target tersebut.

"Sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimistis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu, yaitu Rp110 triliun," kata Luthfi.

Berdasarkan data yang disampaikan, realisasi investasi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat hingga mencapai Rp59,94 triliun pada akhir semester I. Selanjutnya, hingga triwulan III 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp72,54 triliun.

Menurut Luthfi, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menarik investor dalam negeri maupun asing. Berbagai upaya dilakukan melalui forum bisnis dan investasi, kerja sama antardaerah, serta kemitraan sister province dan sister city dengan negara sahabat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF), yang mempertemukan pelaku usaha, pengelola kawasan industri, dan pemerintah.

"Forum-forum bisnis dan investasi seperti ini dapat mempertemukan dunia usaha, kawasan industri, serta pemangku kebijakan, yaitu pemerintah. Salah satu contoh, kami punya Central Java Investment Business Forum (CJIBF), yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jateng mendorong kepala daerah berperan aktif mempromosikan potensi wilayah masing-masing sekaligus menyiapkan kawasan industri untuk mendukung masuknya investasi.

Saat ini, terdapat sekitar tujuh kawasan industri eksisting yang tersebar di Kota Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Pemerintah juga tengah menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru di berbagai daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Luthfi menegaskan, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu strategi untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

"Kawasan industri penting untuk pertumbuhan ekonomi baru. Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80 persen, atau di atas rata-rata nasional," katanya.

Ia berharap Jawa Tengah terus menjadi tujuan investasi, baik bagi investor domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, investasi diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah dan membuka peluang pertumbuhan baru.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Beasiswa Santri Jateng Buka Jalan Khafidz Kuliah di China dan Aisyi di Mesir
Investasi Jawa Tengah Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja
Pemkab Temanggung Terapkan Sekolah Kalih Ngaji di 100 SD Negeri
Gubernur Jateng Tekankan Sinergi Forkopimda dalam Pisah Sambut Pangdam IV/Diponegoro
Edukasi Keselamatan, Kedisiplinan, dan Lingkungan Warnai Kegiatan Pelajar di Batang dan Pekalongan
Batik Rifa’iyah Terancam Punah, Nawal Dorong Regenerasi Pembatik di Batang
komentar
beritaTerbaru