Selasa, 20 Oktober 2026

Batal Pinjam ke PT SMI, Dedi Mulyadi Optimalkan APBD Jabar 2026 untuk Pembangunan

Selasa, 20 Oktober 2026 17:00 WIB
Batal Pinjam ke PT SMI, Dedi Mulyadi Optimalkan APBD Jabar 2026 untuk Pembangunan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatalkan rencana pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Dilansir dari laman Jabarprov, sebagai gantinya, Pemprov Jabar akan mengoptimalkan anggaran dalam APBD 2026 untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan sesuai skala prioritas.

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menegaskan, meski tidak mengambil pinjaman, pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan berbagai pekerjaan pembangunan yang telah direncanakan.

"Kita sedang ngebut agar dalam dua setengah bulan ke depan semua pekerjaan dapat selesai dan tercapai target hingga 100 persen. Uangnya cukup tidak? Insyaallah kita kelola keuangan dengan baik. Meski dana bagi hasil tertunda, kita tetap ngebut membangun," ujarnya.

KDM mengakui, kondisi fiskal Jawa Barat saat ini mengalami kekurangan, terutama akibat tertundanya dana bagi hasil. Namun, melalui pengelolaan keuangan yang cermat, pemerintah daerah optimistis pembangunan tetap dapat dilaksanakan tanpa harus menambah beban pinjaman.

Ia menjelaskan, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menerapkan skema tunda bayar untuk sejumlah kegiatan yang dilaksanakan pada 2026, dengan pembayaran dilakukan pada 2027.

"Kita optimalkan saja anggaran yang ada, paling nanti akan ada tunda bayar. Yaitu kegiatan 2026 akan dibayarkan tahun 2027. Untung buat pemerintah, sebab tetap bisa membangun tanpa terbebani pinjaman dan beban bayar bunga utang," tambahnya.

Di sisi lain, KDM meminta maaf kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Jawa Barat pada akhir pekan ini apabila mengalami kemacetan di sejumlah ruas jalan.

Menurutnya, kepadatan lalu lintas tersebut disebabkan oleh pengerjaan infrastruktur jalan yang sedang berlangsung, baik melalui pengaspalan hotmix maupun pengecoran beton.

Pemprov Jabar terus mempercepat pekerjaan tersebut agar target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

KDM juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Jawa Barat yang terus mendukung program pembangunan dan pengelolaan anggaran daerah agar belanja pemerintah tepat sasaran.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri atas arahan dan bimbingan dalam pengelolaan anggaran.

Selain itu, ia mengapresiasi masyarakat Jawa Barat yang membayar pajak tepat waktu. Menurutnya, penerimaan pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor, menjadi salah satu sumber penting untuk mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

"Tentunya terima kasih kepada masyarakat Jawa Barat yang membayar pajak tepat waktu. Tanpa pembayar pajak kendaraan bermotor, Pemprov Jawa Barat tentu tidak bisa berdaya," tutupnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Gelar Pelatihan Empat Bahasa Asing Gratis bagi Warga Desa Mulai November 2026
Jabar Targetkan Bebas TBC, Ibu Hamil KEK, dan Balita Gizi Kurang pada 2029
Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Desa
Pemprov Jabar Siapkan 18 Unit Mobile Batching Plant, Pembangunan Jalan di Wilayah Terpencil Lebih Mudah
Pemkab Bekasi Perkuat Kerja Sama Layanan Kesehatan Lintas Daerah, Pasien Tak Boleh Terlantar
65 RSUD se-Jawa Barat Jalin Kerja Sama, KDM Permudah Akses Layanan Kesehatan Warga
komentar
beritaTerbaru