Kamis, 15 Oktober 2026

Ahmad Luthfi Dampingi Menko Pangan Tinjau Koperasi Merah Putih di Sukoharjo

Kamis, 15 Oktober 2026 11:35 WIB
Ahmad Luthfi Dampingi Menko Pangan Tinjau Koperasi Merah Putih di Sukoharjo
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam kunjungan kerja untuk memantau operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/10/2026).

Sukoharjo (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam kunjungan kerja untuk memantau operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukoharjo, pada 13 Oktober 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, peninjauan dilakukan di KDKMP Desa Purbayan, Kadilangu, dan Menuran, Kecamatan Baki, guna memastikan kesiapan koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diawali di KDKMP Desa Purbayan dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis kepada 10 penerima. Rombongan juga meninjau gerai dan gudang koperasi, aktivitas transaksi, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, serta berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan KDKMP merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

"Presiden Pak Prabowo ingin desa atau kelurahan itu maju. Yang maju jangan kota saja. Desa juga harus maju, kelurahan juga maju," kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas.

Menurutnya, pembangunan gedung koperasi menjadi langkah awal yang harus dilanjutkan dengan aktivitas usaha produktif agar keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Tentu gedung ini tidak ada manfaatnya kalau tidak diisi. Tujuannya agar koperasi ini bisa melayani kebutuhan masyarakat desa dengan tepat," ujarnya.

Zulhas menjelaskan, KDKMP diarahkan menjadi pusat pelayanan kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan bahan pangan, pupuk dan LPG bersubsidi, layanan keuangan, hingga pemasaran hasil produksi petani dan pelaku UMKM.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan tenaga manajer koperasi yang pembiayaannya ditanggung selama dua tahun. Setelah masa dukungan tersebut berakhir, koperasi diharapkan mampu menjalankan kegiatan usaha secara mandiri.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah per 12 Oktober 2026, sebanyak 8.523 KDKMP telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, 5.427 koperasi atau sekitar 64 persen telah beroperasi, sedangkan 3.096 lainnya masih dalam tahap persiapan.

Sementara itu, sebanyak 5.895 gedung KDKMP telah selesai dibangun 100 persen. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah pada urutan kedua secara nasional. Khusus di Kabupaten Sukoharjo, sebanyak 151 gedung KDKMP telah selesai dibangun dari total 167 desa.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Linda Widiastuti Ariningrum mengatakan, pemerintah provinsi terus mempercepat verifikasi dan validasi gerai KDKMP. Langkah tersebut bertujuan memastikan kesiapan bangunan, sarana dan prasarana, serta kelengkapan administrasi sebelum koperasi beroperasi.

Sebanyak 4.230 KDKMP menjadi prioritas verifikasi. Hingga 30 September 2026, progres verifikasi telah mencapai 61,67 persen.

"Alhamdulillah, sudah melebihi target yang ditetapkan oleh pusat. Tim masih terus berjalan di lapangan, dan kami juga terus mendorong percepatan," kata Linda dalam keterangannya pada 2 Oktober 2026.

Selain verifikasi, Pemprov Jateng menyiapkan pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP secara bertahap, mulai Oktober hingga akhir November 2026.

Penguatan koperasi juga dilakukan melalui fasilitasi kontak bisnis di 35 kabupaten/kota, pengembangan kemitraan usaha, serta pendampingan tata kelola dan pemasaran produk lokal.

Pengembangan KDKMP di Jawa Tengah turut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi setiap wilayah. Di Desa Purbayan, misalnya, terdapat berbagai potensi usaha, seperti budidaya jamur kuping, produksi kerupuk rambak, emping melinjo, sayuran yang dikelola kelompok PKK, hingga kerajinan wayang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya menegaskan bahwa pengembangan KDKMP harus menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.

Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi penggerak usaha masyarakat setempat. "Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya," kata Luthfi.

Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi pengelola, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal, KDKMP diharapkan mampu memperluas akses ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta kelurahan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Bidik Penguatan IKM Lokal
Wapres Gibran Tinjau Pasien Dugaan Keracunan MBG di Batang
Ahmad Luthfi Terima Penghargaan Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia
Produksi Padi Jateng Capai 6,69 Juta Ton, Target 10,5 Juta Ton Optimistis Tercapai
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
komentar
beritaTerbaru