Selasa, 06 Oktober 2026

Kreakota 2026 Dorong UMKM dan Perajin Batik Pekalongan Naik Kelas

Selasa, 06 Oktober 2026 14:05 WIB
Kreakota 2026 Dorong UMKM dan Perajin Batik Pekalongan Naik Kelas
Kreakota 2026 yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan pada 1-4 Oktober 2026 menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif, perajin, dan UMKM lokal.

Pekalongan (buseronline.com) - Kreakota 2026 yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan pada 1-4 Oktober 2026 menjadi ruang promosi sekaligus pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif, perajin, dan UMKM lokal.

Dilansir dari laman Jatengprov, mengusung tema "Crafting Creative and Connection", kegiatan yang dipusatkan di Gedung Rumah Dinas Eks Bakorwil, Kawasan Budaya Jetayu, Kota Pekalongan, tersebut mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, perajin, UMKM, komunitas, dan masyarakat.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinparbudpora Kota Pekalongan, Retno Purnomo, mengatakan Kreakota menjadi wadah untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang saling terhubung dan berkembang bersama.

"Intinya semangat untuk menyatukan ekonomi kreatif menjadi satu ekosistem yang berjalan bersama-sama," ujar Retno, yang akrab disapa Ipung, baru-baru ini.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian Kreakota 2026, mulai dari fashion show, penghargaan bagi perajin batik, apel peringatan Hari Batik, Batik Carnival, pameran batik dan kuliner, seminar nasional, hingga Pekalongan Heritage Run.

Beragam produk batik, kerajinan, kuliner, dan karya UMKM turut ditampilkan. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengatakan Kreakota memberikan kesempatan kepada para perajin batik untuk tampil langsung di hadapan masyarakat.

Menurutnya, selama ini perajin lebih banyak berada di balik proses produksi, sementara yang tampil dalam berbagai kegiatan publik umumnya pemilik usaha atau desainer.

"Ini bentuk apresiasi buat para perajin batik. Selama ini perajin hanya di belakang layar, sementara yang tampil owner atau desainernya. Kali ini diberikan kesempatan untuk fashion show dan tampil juga," ungkap Inggit.

Ia berharap ruang promosi tersebut dapat membantu perajin dan UMKM memperluas pemasaran serta meningkatkan daya saing produk lokal.

"Semoga ini bisa memberikan harapan kepada perajin dan UMKM untuk terus berkembang dan memasarkan produk-produknya. Mudah-mudahan sukses dan UMKM bisa cepat naik kelas," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan pengembangan industri batik harus dibarengi dengan upaya menjaga keberlanjutan.

Menurutnya, keberlanjutan industri batik tidak hanya berkaitan dengan produksi dan pemasaran, tetapi juga kesejahteraan pekerja serta pengelolaan limbah.

"Harapannya batik tetap menjadi penopang ekonomi Kota Pekalongan. Tinggal ke depan bagaimana dipikirkan para pekerja, dipikirkan limbah dan sebagainya. Mudah-mudahan kesadaran dari pengrajin-pengrajin batik untuk mengelola limbah juga semakin baik," tuturnya.

Aaf menegaskan, menjaga keberlangsungan batik merupakan tanggung jawab bersama. Status Kota Pekalongan sebagai World City of Batik harus terus dijaga melalui komitmen pemerintah, masyarakat, perajin, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Kota Pekalongan sudah ditetapkan sebagai World City of Batik, tetapi ada beberapa catatan. Mudah-mudahan ke depan komitmen kita bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat, pengrajin, juragan, semuanya, batik dalam segala hal bisa lebih baik lagi," katanya.

Melalui Kreakota 2026, Pemkot Pekalongan berharap geliat ekonomi kreatif semakin kuat, produk lokal semakin dikenal, dan para perajin serta UMKM mampu berkembang hingga naik kelas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina Dorong UMKM Batik Inklusif, Libatkan Penyandang Disabilitas
Pertamina SMEXPO Yogyakarta 2026 Hadirkan 47 UMKM, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Galeri Mustika Deli Jadi Pusat Produk UMKM, PIA Ardhya Garini Buka Peluang Kolaborasi
Pemprov Sumut Dorong Pemda Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Misi Dagang Jatim-Sumut Catat Transaksi Rp2,5 Triliun
komentar
beritaTerbaru