Minggu, 04 Oktober 2026

Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah

Minggu, 04 Oktober 2026 12:30 WIB
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi foto bersama dengan lainnya saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah periode 2026-2031 di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026).

Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026-2031 untuk turut memperkuat dan menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah yang memiliki sekitar 38 juta penduduk.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi syariah diharapkan tidak hanya berkembang pada sektor industri besar, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat dan daerah.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah periode 2026-2031 di Ballroom Pandanaran, Hotel Padma, Kota Semarang, pada 2 Oktober 2026.

"MES ini sangat strategis sekali karena mayoritas penduduk Jawa Tengah itu muslim. Saya berharap programnya bisa menumbuhkan ekonomi baru di wilayah kita," ujar Luthfi.

Luthfi mengatakan, pengembangan ekonomi syariah telah masuk dalam arah kebijakan perencanaan pembangunan Jawa Tengah 2025-2029.

Pada 2027, Pemprov Jawa Tengah juga menempatkan ekonomi syariah sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah, bersama dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Karena itu, pengembangan ekonomi syariah perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

Menurutnya, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan industri besar dan lembaga keuangan. Di tingkat usaha mikro dan kecil, peluang pengembangan ekonomi syariah juga terbuka melalui produk halal, pembiayaan syariah, kuliner, fesyen, pariwisata, ekonomi pesantren, serta berbagai usaha masyarakat lainnya.

"Semuanya harus punya nilai lebih, termasuk industri halal. Itulah gunanya ekonomi syariah," katanya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Ketua Umum PP MES Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat besar.

Menurut Rosan, dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi antara MES, pelaku UMKM, dunia usaha, akademisi, serta pemerintah daerah agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal.

Rosan juga berharap ekonomi syariah dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia menyampaikan, pada 2027 pemerintah pusat akan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian secara keseluruhan, termasuk kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

"Kalau ada ukurannya, akan mudah menentukan posisi mana yang harus ditingkatkan," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilakukan peluncuran Koperasi Ekspor Merah Putih yang dikelola oleh Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah.

Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi syariah sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha di Jawa Tengah untuk mengembangkan pasar hingga ke tingkat ekspor. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Galeri Mustika Deli Jadi Pusat Produk UMKM, PIA Ardhya Garini Buka Peluang Kolaborasi
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor
Pemprov Sumut Dorong Pemda Tingkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Wamendikdasmen Dorong Revitalisasi Sekolah di Daerah Rawan Banjir Demak
Nawal Dorong Penguatan Layanan Terpadu untuk Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak
komentar
beritaTerbaru