Kamis, 10 September 2026

Pemprov Sumut Dorong HKTI Jadi Mitra Strategis Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 10 September 2026 14:00 WIB
Pemprov Sumut Dorong HKTI Jadi Mitra Strategis Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Wakil Gubernur Sumut Surya memberikan kata sambutan dalam Musyawarah Daerah sekaligus Pelantikan DPC HKTI se-Sumut periode 2026-2031 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (9/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung program swasembada pangan.

Wakil Gubernur Sumut Surya mengatakan HKTI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di Sumut.

Hal itu disampaikan Surya dalam Musyawarah Daerah sekaligus Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI se-Sumut periode 2026-2031 yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, pada 9 September 2026.

Surya menyebut sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam perekonomian Sumut. Berdasarkan data yang disampaikannya, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 25,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut.

Selain itu, sektor pertanian juga menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 2,42 juta tenaga kerja atau sekitar 35,43 persen dari total tenaga kerja di Sumut.

"Pertanian memiliki posisi yang sangat strategis bagi Sumut. Karena itu, penguatan sektor pertanian harus dilakukan secara bersama-sama," ujar Surya.

Ia juga memaparkan capaian produksi sejumlah komoditas pertanian di Sumut. Berdasarkan prakiraan Kerangka Sampel Area periode Januari-September 2026, luas panen padi diperkirakan mencapai 372.938 hektare dengan produksi sekitar 1,96 juta ton gabah kering giling.

Sementara itu, produktivitas rata-rata padi mencapai sekitar 5,26 ton per hektare. Untuk komoditas jagung, produksi pada periode Januari hingga Juli 2026 mencapai sekitar 949 ribu ton.

Angka tersebut telah melampaui kebutuhan daerah yang berada di kisaran 875 ribu ton. Dengan demikian, Sumut mencatat surplus jagung lebih dari 74 ribu ton. Di sektor perkebunan, Sumut juga masih menjadi salah satu sentra perkebunan nasional.

Sejumlah komoditas unggulan mencatat produksi cukup besar, seperti kelapa sawit sekitar 7,95 juta ton, karet 310 ribu ton, kelapa 102 ribu ton, kopi arabika 77,7 ribu ton, kopi robusta 10,3 ribu ton, kakao 37,3 ribu ton, dan aren sekitar 8 ribu ton.

Meski memiliki capaian tersebut, Pemprov Sumut mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan. Salah satunya pemenuhan kebutuhan komoditas pangan tertentu. Produksi bawang merah saat ini baru memenuhi sekitar 63,8 persen kebutuhan daerah.

Sedangkan bawang putih dan kedelai masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu, Surya meminta HKTI mengambil peran lebih luas sebagai penggerak pembaruan pertanian di Sumut.

HKTI diharapkan mendorong peningkatan produksi melalui inovasi, perluasan budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

"HKTI harus terus hadir sebagai rumah besar petani, menjadi wadah yang memperkuat kapasitas, memperluas kesempatan, menyuarakan aspirasi, serta menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pertanian," katanya.

Sementara itu, Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding menyampaikan hasil Munas HKTI ke-10 yang diharapkan menjadi rujukan kerja organisasi mulai tingkat kabupaten/kota hingga kelompok tani.

Menurutnya, HKTI perlu memperkuat organisasi petani melalui pendataan serta tata kelola organisasi yang baik. Selain itu, regenerasi petani menjadi tantangan penting yang harus segera dilakukan. Pasalnya, mayoritas petani saat ini telah berusia senior.

"Kalau kita tidak merencanakan dengan baik, ke depan tidak ada lagi yang bekerja di sektor pertanian. Karena itu, harus disiapkan kader petani muda, petani milenial, termasuk melalui magang agribisnis pertanian," jelas Abdul Kadir Karding.

Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir mengatakan HKTI yang lahir pada 1973 kini telah berusia 53 tahun. Menurutnya, perjalanan panjang HKTI merupakan bagian dari perjuangan dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi petani.

Ia menegaskan kekuatan HKTI berada pada struktur organisasi paling bawah, yakni kelompok tani. Oleh sebab itu, penguatan organisasi harus dimulai dari tingkat akar rumput hingga desa.

Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung program prioritas pertanian.

Menurut Gus Irawan, pertanian harus menjadi sektor superprioritas karena memiliki peran penting terhadap perekonomian daerah dan menjadi sumber penghidupan masyarakat di sejumlah kabupaten di Sumut.

"Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, termasuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa dan kopi," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut dilantik pengurus DPD HKTI Sumut periode 2026-2031. Gus Irawan Pasaribu dipercaya sebagai Ketua, Muhammad Syah sebagai Sekretaris, dan Kamsir Aritonang sebagai Bendahara.

Pelantikan turut dihadiri Sultan Deli ke-14 Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam, sejumlah wakil kepala daerah, anggota DPRD Sumut, serta para pengurus 32 DPC HKTI se-Sumut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Sumut Perkuat Perlindungan PMI, Persempit Ruang Gerak TPPO
Pemprov Sumut Kenalkan Wisata dan Kuliner kepada Delegasi Malaysia-Thailand
BPBD Sumut Perkuat Mitigasi Bencana di Enam Daerah Rawan Sepanjang 2026
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan-Berastagi, Dibangun Mulai 2027
Pemprov Sumut dan DPRD Perkuat Sinergi Susun Arah Pembangunan 2027
Pemprov Sumut Dorong GAMKI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
komentar
beritaTerbaru