Sabtu, 05 September 2026

BPBD Sumut Perkuat Mitigasi Bencana di Enam Daerah Rawan Sepanjang 2026

Sabtu, 05 September 2026 20:00 WIB
BPBD Sumut Perkuat Mitigasi Bencana di Enam Daerah Rawan Sepanjang 2026
Temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (4/9/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat upaya mitigasi bencana di sejumlah wilayah rawan sepanjang 2026.

Sedikitnya enam daerah menjadi sasaran program mitigasi, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Tanjungbalai, Kabupaten Samosir, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Toba.

Dari enam daerah tersebut, kegiatan mitigasi telah dilaksanakan di Tapteng dan Tanjungbalai. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan melakukan evakuasi secara mandiri ketika bencana terjadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Sumut Manutur P Naibaho mengatakan masyarakat dilatih untuk memahami potensi bencana di wilayahnya sekaligus mengetahui jalur dan lokasi evakuasi.

"Kita latih dan mengajari mereka membuat jalur evakuasi. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mampu mengevakuasi mandiri, mengenalkan bencana dan menyiapkan diri ke lokasi mana mereka akan dievakuasi," ujar Manutur saat mengikuti temu pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Kantor Gubernur Sumut, pada 4 September 2026.

Menurutnya, mitigasi dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari pemetaan kawasan rawan bencana hingga edukasi kepada masyarakat. Pemetaan tersebut mencakup wilayah yang berpotensi mengalami banjir, tanah longsor, maupun gempa bumi dengan mempertimbangkan kondisi geografis masing-masing daerah.

BPBD Sumut juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Selain itu, masyarakat diberikan simulasi evakuasi mandiri serta pelatihan penggunaan dan pengujian sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).

Upaya mitigasi juga diarahkan pada penyusunan tata ruang yang mempertimbangkan risiko bencana. Hal ini dinilai penting agar pembangunan di daerah rawan tetap memperhatikan faktor keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengungkapkan, sepanjang 1 Januari hingga 4 September 2026, Sumut mencatat 14 jenis kejadian bencana.

Cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling banyak terjadi dengan 127 kejadian. Berikutnya tanah longsor sebanyak 86 kejadian, banjir 73 kejadian, dan kebakaran hutan sebanyak 47 kejadian.

"Program mitigasi adalah bagaimana cara kita untuk memanage persiapan sebelum terjadinya bencana. BPBD memiliki tiga tahap pekerjaan yakni persiapan, tanggap darurat dan pascabencana," jelas Tuahta.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
BPBD Sumut Perkuat Penanganan Pengungsi Gunung Sinabung
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan-Berastagi, Dibangun Mulai 2027
Pemprov Sumut dan DPRD Perkuat Sinergi Susun Arah Pembangunan 2027
Pemprov Sumut Dorong GAMKI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Pemprov Sumut Pastikan Perubahan APBD 2026 Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat
Pemprov Sumut Siapkan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Dorong Pemerataan Pembangunan Desa
komentar
beritaTerbaru