Minggu, 06 September 2026

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Kembangkan Bisnis Rendah Karbon

Minggu, 06 September 2026 12:30 WIB
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Kembangkan Bisnis Rendah Karbon
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita dalam gelaran IdeaFest 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan transisi energi.

Dilansir dari laman Pertamina, upaya tersebut dilakukan melalui penerapan Dual Growth Strategy, yakni mempertahankan dan mengoptimalkan bisnis energi eksisting sembari mengembangkan bisnis rendah karbon.

Strategi tersebut disampaikan Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita dalam gelaran IdeaFest 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada 4 September 2026.

Arya mengatakan, IdeaFest menjadi salah satu ruang strategis untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai tantangan energi yang dihadapi Indonesia.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam melahirkan gagasan dan inovasi untuk memenuhi kebutuhan energi di masa mendatang.

Sebagai perusahaan energi nasional, kata Arya, Pertamina memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah konsumsi energi nasional yang masih lebih tinggi dibandingkan produksi dalam negeri.

"Sudah lama sekali kita melakukan impor. Artinya, konsumsi kita lebih tinggi daripada produksi nasional. Di situlah kita perlu mendatangkan pasokan migas dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Arya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pertamina berupaya meningkatkan produksi energi dalam negeri sekaligus mengembangkan sumber energi alternatif. Kedua langkah tersebut dijalankan secara bersamaan melalui Dual Growth Strategy.

"Untuk memenuhi kebutuhan saat ini, kita harus menjaga ketahanan produksi agar masyarakat tetap mendapatkan BBM. Di sisi lain, kita juga membangun bisnis rendah karbon dan energi baru terbarukan," jelasnya.

Pertamina saat ini mengembangkan sejumlah sumber energi terbarukan dan teknologi rendah karbon, di antaranya panas bumi, energi surya, serta Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai bahan baku SAF.

Minyak jelantah yang dikumpulkan kemudian diproses di Kilang Pertamina Cilacap bersama bahan baku pendukung lainnya untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan rendah karbon.

"Minyak itu kita buat untuk bahan bakar pesawat udara. Namun jangan khawatir, ini aman karena risetnya sudah diinisiasi sejak 2015, diteliti secara ketat dan diuji coba dari 2021 hingga 2025," kata Arya.

Pemanfaatan SAF berbasis minyak jelantah tersebut juga telah diterapkan dalam penerbangan Pelita Air Service pada rute Jakarta-Bali.

Arya menegaskan, pengembangan energi rendah karbon tidak berarti mengesampingkan kebutuhan energi masyarakat saat ini. Menurutnya, ketahanan energi dan transisi energi harus berjalan secara beriringan.

Pertamina, lanjut dia, akan tetap menjalankan dan memperkuat bisnis energi eksisting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus terus mengembangkan energi yang lebih ramah lingkungan.

"Untuk memenuhi kebutuhan kita, energi yang existing tetap dijalankan, sembari terus mengembangkan energi yang ramah lingkungan," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes dan CEPI Uji Kesiapan Indonesia Hadapi Ancaman Pandemi Baru
Kemenkes Luncurkan 25 Prodi PPDS Hospital-Based, 54 Peserta Batch IV Mulai Pendidikan
Korlantas Polri Perkuat Kamseltibcarlantas Berbasis Data dan Teknologi
Korlantas Polri Evaluasi Turjawali Berbasis Aplikasi, Perkuat Digitalisasi Keselamatan Lalu Lintas
Seragam Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Resmi Diluncurkan, Bawa Filosofi Gorga dan Limar
Pemerintah Terbitkan Izin 25 Prodi PPDS Hospital-Based untuk Perkuat Tenaga Dokter Spesialis di Daerah 3T
komentar
beritaTerbaru