Jumat, 04 September 2026

Kementan Siapkan Rp28,02 Triliun untuk Perkuat Pertanian 2027

Jumat, 04 September 2026 09:45 WIB
Kementan Siapkan Rp28,02 Triliun untuk Perkuat Pertanian 2027
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyiapkan sejumlah program prioritas untuk memperkuat sektor pertanian pada 2027.

Dilansir dari laman Kementan, langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan capaian swasembada sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap komoditas yang masih mengandalkan pasokan dari luar negeri.

Komisi IV DPR RI telah menyetujui pagu anggaran Kementan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp28,02 triliun. Dari anggaran tersebut, sekitar Rp16,6 triliun akan diarahkan untuk penguatan padi, komoditas larangan dan pembatasan (lartas), hortikultura, serta hilirisasi perkebunan dan peternakan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian dilakukan secara bertahap agar anggaran dapat difokuskan pada sasaran yang jelas.

"Ini tidak bisa sekaligus. Jadi kita selesaikan satu-satu. Karena kalau anggaran ini dibagi rata, biasanya tidak ada yang jadi," kata Amran usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, pada 1 September 2026.

Amran menyebut delapan komoditas strategis telah mencapai swasembada, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Produksi delapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 68,22 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 4,69 juta ton.

Menurut Amran, capaian tersebut akan dipertahankan sembari pemerintah mengarahkan perhatian kepada komoditas yang masih menjadi pekerjaan rumah, salah satunya bawang putih. Untuk 2027, padi menjadi salah satu prioritas utama dengan alokasi anggaran sekitar Rp9,6 triliun.

Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi hingga 10-12 ton per hektare sekaligus menjaga swasembada beras. Kementan juga menyiapkan sekitar Rp1,9 triliun untuk komoditas lartas, meliputi jagung, kedelai, dan ubi kayu.

Sementara sektor hortikultura mendapat sekitar Rp2 triliun untuk pengembangan bawang putih, cabai, bawang merah, serta program Pekarangan Pangan Bergizi. Khusus bawang putih, pemerintah menargetkan produksi mencapai 40,63 ribu ton pada 2027.

Amran mengatakan anggaran hortikultura akan ditingkatkan karena sektor tersebut mulai mendapat perhatian lebih besar setelah pemerintah sebelumnya memprioritaskan pangan, perkebunan, dan peternakan.

Selain meningkatkan produksi, Kementan juga menyiapkan penguatan infrastruktur pascapanen, termasuk cold storage. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mencegah kelebihan pasokan saat panen raya yang dapat menyebabkan harga komoditas jatuh di tingkat petani.

Di sektor perkebunan, sekitar Rp2,3 triliun dirancang untuk hilirisasi kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu. Sedangkan sekitar Rp798 miliar dialokasikan untuk hilirisasi peternakan, khususnya daging sapi dan kerbau, telur, serta susu.

Kementan juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk 2027. Dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan komoditas perkebunan strategis, seperti kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete, termasuk dukungan traktor untuk pengembangan tebu.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi dan menciptakan nilai tambah sehingga pendapatan petani dan pekebun dapat meningkat.

Dengan dukungan anggaran tersebut, Kementan menargetkan swasembada yang telah dicapai dapat dipertahankan sekaligus diperluas ke komoditas lain yang masih bergantung pada pasokan luar negeri. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam
Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun
Komnas HAM dan PPM LVRI Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Pangan
Pemerintah Buka Akses Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak
komentar
beritaTerbaru