Rabu, 02 September 2026

Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam

Rabu, 02 September 2026 19:50 WIB
Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam
Mentan RI Andi Amran Sulaiman kepada buruh tani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, langsung terealisasi di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Senin (31/8/2026).

Karawang (buseronline.com) - Janji Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman kepada buruh tani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, langsung terealisasi.

Dilansir dari laman Kementan, dalam hitungan jam setelah menjanjikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), combine harvester tiba dan diterima kelompok buruh tani di Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, pada 31 Agustus 2026.

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan panen sekaligus meningkatkan produktivitas buruh tani. Tak hanya itu, Amran juga memastikan traktor milik kelompok yang hilang dicuri pada malam 17 Agustus akan segera diganti.

Langkah cepat tersebut dilakukan setelah Amran turun langsung ke lapangan dan berbincang dengan sejumlah buruh tani yang tengah bekerja di sawah.

Dalam pertemuan itu, Amran mendapati sebagian buruh tani tidak memiliki lahan sendiri dan hanya mengandalkan pekerjaan sebagai buruh ngarit atau tenaga panen. Kondisi tersebut membuat penghasilan mereka sangat terbatas.

"Nah, ada juga tadi kami di tengah jalan temukan buruh ngarit. Itu dapat berapa? Hanya Rp30 ribu per hari, dan itu dua kali seminggu, maksimal tiga kali seminggu. Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses," ujar Amran.

Menurut Amran, dengan pendapatan sekitar Rp30 ribu per hari dan pekerjaan yang hanya tersedia dua kali dalam sepekan, penghasilan buruh tani bisa hanya sekitar Rp240 ribu per bulan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Pertanian mengubah regulasi bantuan alsintan. Buruh tani yang tidak memiliki sawah kini dapat memperoleh akses bantuan alat dan mesin pertanian.

"Regulasi kami ubah. Sudah kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat," tegasnya.

Amran menegaskan alsintan yang diberikan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kelompok, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru.

Combine harvester dapat dikelola dan disewakan kepada petani di sekitar yang membutuhkan jasa panen. "Ini nanti dipakai dan disewakan ke masyarakat. Bisa lima hektare, sepuluh hektare satu hari," katanya.

Sementara itu, Julaiha, salah satu buruh tani Desa Tegal Sawah, menyambut baik bantuan tersebut. Ia bersyukur karena persoalan alat pertanian yang hilang langsung mendapat perhatian pemerintah.

"Bapak tadi langsung datang combine, kemudian langsung juga mau mengganti alat tani saya yang hilang pas 17 Agustus malamnya. Insyaallah mau diganti," ujar Julaiha.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membuat pekerjaan buruh tani lebih mudah dan meningkatkan produktivitas mereka. "Mudah-mudahan dengan adanya alat jadi lebih produktif. Lebih semangat lagi buat kami di sini," katanya.

Amran mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju pertanian modern.

Menurutnya, modernisasi pertanian harus dirasakan seluruh masyarakat, termasuk buruh tani yang tidak memiliki lahan. "Yang diprioritaskan yang tidak punya alat. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine," tegas Amran.

Ia juga meminta agar pengelolaan alsintan dilakukan secara bersama dengan sistem bagi hasil sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan seluruh anggota kelompok. "Bagi hasil, bagi rata. Semua ikut. Jangan ada yang ditinggal," pesannya.

Amran menegaskan pemerintah ingin memastikan kehadiran negara dirasakan masyarakat kecil di sektor pertanian. "Kita mau ini pemerataan. Kita mau semua anak bangsa, khususnya sektor petani, merasakan kehadiran pemerintah," ujarnya.

Bantuan combine harvester yang tiba dalam hitungan jam tersebut diharapkan dapat segera digunakan untuk mendukung kegiatan panen dan membuka peluang usaha baru bagi kelompok buruh tani di Karawang. "Ini yang dibutuhkan rakyat. Aksi nyata," pungkas Amran. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jabar Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2029
Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun
Komnas HAM dan PPM LVRI Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Pangan
BUMDes Festival Jabar 2026 Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Desa
Kemendikdasmen: Hampir 80 Persen Kebutuhan Kepala Sekolah Telah Terpenuhi
Pemerintah Buka Akses Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani
komentar
beritaTerbaru