Rabu, 02 September 2026

Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun

Rabu, 02 September 2026 14:55 WIB
Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun
Mentan RI Andi Amran Sulaiman melakukan sidak ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8/2026).

Karawang (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 31 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Kementan, sidak tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pertanian tetap berjalan meski memasuki musim kemarau.

Dalam kunjungannya, Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah.

Dari hasil pengecekan, sumber air di sekitar lahan masih tersedia, bahkan melimpah. Namun, sebagian sawah belum mendapatkan pengairan secara optimal.

Amran meminta kondisi tersebut segera ditangani agar air yang tersedia dapat dialirkan ke lahan pertanian. Dengan demikian, petani tetap dapat melakukan penanaman dan tidak kehilangan kesempatan produksi pada musim kemarau.

"Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam," ujar Amran.

Menurut Amran, sidak ke lapangan penting dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar terpasang dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ia menegaskan pemantauan tidak cukup hanya dilakukan dari pusat.

"Kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta," tegasnya.

Amran mengatakan, optimalisasi sumber air melalui program pompanisasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga pertanian tetap produktif sepanjang tahun. Melalui pengairan yang optimal, lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali ditargetkan bisa meningkat menjadi tiga kali tanam.

"Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa," katanya.

Karawang menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus produksi padi. Di lokasi yang dikunjungi, luas areal yang berpotensi dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.

Selain meningkatkan frekuensi tanam, pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas padi. Saat ini produktivitas petani di lokasi tersebut berada di kisaran tujuh ton per hektare.

Dengan penerapan metode budidaya yang lebih baik, produktivitas tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan. "Produksinya petani tujuh ton. Ini bisa naik 12 ton, 11 ton dengan metode baru," ujar Amran.

Amran juga menilai musim kemarau bukan menjadi penghalang untuk memperoleh hasil produksi tinggi selama kebutuhan air tanaman terpenuhi. Menurutnya, kondisi cuaca pada musim kemarau juga dapat mendukung proses fotosintesis tanaman.

"Ini ditanami di saat musim kering. Bahkan kalau ditanami musim kering, itu produksinya bisa 10 ton, bisa 9 ton. Kenapa? Fotosintesis itu penuh," katanya.

Ia menyebut program pompanisasi yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya memberikan dampak terhadap peningkatan produksi padi di Pulau Jawa. Sekitar 100 ribu pompa yang telah dipasang disebut mampu mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah.

"Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100 ribu. Hasilnya adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton," jelasnya.

Karena itu, pemerintah akan terus mengidentifikasi wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum dimanfaatkan secara optimal untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat di wilayah Jawa maupun luar Jawa untuk menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau.

Amran juga mengapresiasi kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta jajaran teknis di lapangan dalam mempercepat pengelolaan air untuk pertanian.

Ia menekankan bahwa pemerintah harus melihat langsung persoalan yang dihadapi petani agar solusi dapat segera diberikan. "Kita jangan sibuk berdebat, rapat, dan seterusnya. Kita lihatlah langsung lapangan ini," kata Amran.

Dengan optimalisasi sumber air, pompanisasi, percepatan tanam, dan peningkatan produktivitas, pemerintah menargetkan lahan pertanian tetap produktif meski menghadapi musim kemarau.

Peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali tanam diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus pendapatan dan kesejahteraan petani. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jabar Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah pada 2029
Komnas HAM dan PPM LVRI Dukung Mentan Amran Berantas Mafia Pangan
BUMDes Festival Jabar 2026 Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Desa
Kemendikdasmen: Hampir 80 Persen Kebutuhan Kepala Sekolah Telah Terpenuhi
Mentan Amran Copot Permanen 13 Pejabat Kementan karena Terlibat Judi Online
Harga Gabah Naik, Kesejahteraan Petani Kolaka Meningkat dan Produksi Padi Melonjak
komentar
beritaTerbaru