Medan (buseronline.com) - Pengendalian inflasi di Kota Medan menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi month to month (mtm) Kota Medan pada Juli 2026 tercatat hanya 0,05 persen, menjadi yang terendah dibandingkan delapan daerah Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut).
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota
Medan Muhammad Reza Hanafi mengatakan
inflasi year to date (ytd) hingga Juli 2026 tercatat sebesar 0,96 persen. Sementara itu,
inflasi year on year (yoy) berada di angka 4,11 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan
inflasi Sumut yang tercatat sebesar 4,20 persen.
Capaian inflasi Kota Medan pada Juli juga mengalami perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, inflasi bulanan Medan mencapai 0,18 persen, sedangkan inflasi tahunan berada di angka 4,65 persen.
Meski demikian, sejumlah komoditas strategis masih menjadi penyumbang tekanan terhadap
inflasi tahunan. Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, bensin, cabai merah, angkutan udara, serta sejumlah bahan pangan.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Pemerintah Kota Medan terus memperkuat berbagai langkah pengendalian harga dan menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Upaya tersebut kembali dibahas dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota
Medan pada 21 Agustus 2026. Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah intervensi untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus menjaga harga tetap terjangkau.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota
Medan diminta berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Sementara itu, Dinas Koperasi Kota
Medan menyiapkan pelaksanaan pasar murah.
Pemko Medan menegaskan koordinasi lintas perangkat daerah dan TPID akan terus diperkuat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sehingga kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Capaian
inflasi Juli 2026 tersebut menjadi indikator positif bagi upaya Pemko
Medan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Namun, pengawasan terhadap komoditas yang masih memberikan tekanan
inflasi akan terus dilakukan agar stabilitas harga dapat dipertahankan. (P3)
beritaTerkait
komentar