Rabu, 05 Agustus 2026

Investor AS Siap Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah di Soloraya, Dukung Target Zero Sampah Jateng 2028

Selasa, 04 Agustus 2026 15:45 WIB
Investor AS Siap Bangun Fasilitas Pengolahan Sampah di Soloraya, Dukung Target Zero Sampah Jateng 2028
Perwakilan E3i ASEAN Medhat Omran bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Senin (3/8/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendorong masuknya investasi untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah.

Dilansir dari laman Jatengprov, kali ini, perusahaan pengolahan limbah asal Amerika Serikat, Energy Three International (E3i), menyatakan minat berinvestasi di kawasan aglomerasi Soloraya melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar dan energi ramah lingkungan.

Komitmen tersebut disampaikan saat perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Senin.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, persoalan pengelolaan sampah di Soloraya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

Menurutnya, meski telah ada kesepakatan pengolahan sampah baru menjadi energi listrik, timbunan sampah lama dengan volume yang sangat besar masih memerlukan solusi.

"Saya senang sekali ada investor dari Amerika Serikat yang akan masuk. Ini kalau bisa harus terealisasi dan bisa menyelesaikan permasalahan sampah di Soloraya," ujar Luthfi.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kawasan Soloraya menghasilkan sekitar 2.944,55 ton sampah per hari. Namun, kapasitas pengelolaan yang ada saat ini belum mampu menangani seluruh volume sampah tersebut.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemprov Jawa Tengah mendorong pembangunan fasilitas Waste to Fuel berkapasitas sekitar 1.000 ton sampah per hari. Fasilitas tersebut direncanakan melayani tujuh daerah di Soloraya, yakni Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Luthfi menjelaskan, sejumlah kerja sama pengelolaan sampah di wilayah aglomerasi telah berjalan, seperti di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal. Namun, khusus penanganan timbunan sampah lama di Soloraya, pemerintah masih membuka peluang investasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmika, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan target Jawa Tengah bebas sampah atau zero sampah pada 2028.

Menurut Heru, fasilitas Waste to Fuel akan dibangun di Kabupaten Boyolali. Saat ini telah tersedia lahan seluas 20 hektare dari total kebutuhan sekitar 25 hektare.

Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi. Teknologi yang akan digunakan mengusung konsep zero emission, sehingga dinilai ramah lingkungan.

"Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kami menggunakan teknologi baru dengan zero emission," kata Medhat.

Ia menambahkan, proyek tersebut tidak hanya diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam pengembangan energi hijau di tingkat global. Pembangunan fasilitas ini diperkirakan akan menyerap hampir 300 tenaga kerja.

"Kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan dibangun, sehingga proyek ini memberikan manfaat bagi semua pihak," tutupnya. (R)

beritaTerkait
418 Posyandu di Kota Pekalongan Bertransformasi Menjadi Posyandu 6 SPM
Pemprov Jateng Luncurkan Pedoman PAUD Emas untuk Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini
PMI Jateng Diminta Perkuat Peran dalam Penanganan Bencana dan Kekeringan
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Mentan Amran Tegaskan Komitmen Swasembada Susu, Peternakan Terpadu Brebes Siap Produksi 180 Ribu Ton per Tahun
Wagub Jateng Usulkan Pendidikan Vokasi Dimulai Sejak Jenjang SMP
komentar
beritaTerbaru