Rabu, 05 Agustus 2026

Pasokan Pangan Kota Bandung Aman, Harga Ayam dan Timun Alami Kenaikan

Selasa, 04 Agustus 2026 08:30 WIB
Pasokan Pangan Kota Bandung Aman, Harga Ayam dan Timun Alami Kenaikan
Pemko Bandung memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas selama masa libur.

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas selama masa libur.

Dilansir dari laman Jabarprov, hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan usai melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Cijerah dan Pasar Cihapit, Jumat.

Farhan mengatakan, secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Namun, terdapat dua komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni ayam potong dan timun.

"Barang yang dijual sebenarnya sama, hanya memang ada sedikit perbedaan harga. Di Pasar Cihapit rata-rata sekitar 10 persen lebih mahal dibandingkan Pasar Cijerah karena karakter konsumennya berbeda," ujar Farhan.

Menurutnya, perbedaan harga di kedua pasar dipengaruhi oleh karakteristik konsumen. Pasar Cijerah melayani masyarakat di kawasan permukiman padat, sedangkan Pasar Cihapit berada di wilayah dengan tingkat ekonomi masyarakat yang relatif lebih tinggi.

Farhan menjelaskan, harga timun yang sebelumnya sekitar Rp10.000 per kilogram kini hampir dua kali lipat. Sementara itu, harga ayam potong naik hingga berada pada kisaran Rp40.000 hingga mendekati Rp50.000 per kilogram.

Meski demikian, ia memastikan pasokan pangan di Kota Bandung masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya kelangkaan komoditas.

Kenaikan harga ayam, lanjut Farhan, diduga dipicu meningkatnya permintaan selama musim liburan dan tingginya aktivitas wisata di Kota Bandung. Sementara pasokan dari daerah penghasil masih dalam kondisi aman.

Di sisi lain, kondisi komoditas sayuran dinilai cukup baik karena sedang memasuki masa panen. Pemko Bandung juga optimistis pasokan beras hingga akhir tahun tetap terjaga seiring musim panen yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemko Bandung bersama Bulog akan memperkuat distribusi beras dan minyak goreng melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bulog ditargetkan dapat memenuhi sedikitnya 30 persen kebutuhan beras dan minyak goreng di Kota Bandung.

Selain itu, para pedagang diimbau memanfaatkan aplikasi SPHP dan aplikasi Mirah agar distribusi komoditas bersubsidi dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi lonjakan permintaan.

Pemko Bandung juga memperketat pengawasan melalui Satgas Pangan guna mencegah praktik penimbunan barang yang berpotensi mengganggu stabilitas harga dan pasokan.

Berdasarkan laporan dari Pasar Induk Caringin, Gedebage, dan Ciroyom, distribusi bahan pangan hingga kini masih berjalan lancar tanpa kendala. Farhan menegaskan, selama pasokan terus masuk setiap hari, kondisi pangan di Kota Bandung tetap aman.

Ia menambahkan, Kota Bandung merupakan daerah konsumen yang sangat bergantung pada pasokan dari luar wilayah. Saat ini, kebutuhan pangan Kota Bandung dipenuhi oleh sekitar 16 provinsi di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wali Kota Bandung Ajak HMI Jadi Mitra Kritis Pemerintah dalam Membangun Kota
DPRD Kota Bandung Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Wali Kota Bandung akan Laporkan Dugaan Penebangan Liar 10 Pohon ke Aparat Penegak Hukum
Pemko Bandung dan Big Bad Wolf Hadirkan Festival Literasi Pages and Plates
Korbrimob Polri Juara I Beregu Kapolri Cup 2026 Usai Taklukkan Polda Jabar
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Terminal LPG Tanjung Sekong, Pastikan Keandalan Pasokan Energi Nasional
komentar
beritaTerbaru