Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan
energi bersih sekaligus menyelesaikan persoalan sampah.
Ia menyebutkan fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dengan kapasitas pembangkit sekitar 40 MW dan diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja. Proyek ini juga diharapkan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah menjadi energi dan bahan bakar terbarukan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kehadiran PSEL Legok Nangka akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengembangan energi bersih di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan fasilitas serupa akan diperluas ke sejumlah wilayah di
Jawa Barat agar persoalan sampah dapat ditangani secara lebih optimal sekaligus meningkatkan pasokan
energi bersih di daerah. (R)
beritaTerkait
komentar