Senin, 05 Oktober 2026

Pertamina dan Pemprov Jabar Kembangkan Sampah Jadi Hidrogen dan Energi Bersih

Minggu, 02 Agustus 2026 15:50 WIB
Pertamina dan Pemprov Jabar Kembangkan Sampah Jadi Hidrogen dan Energi Bersih
PT Pertamina (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan pemanfaatan sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia

Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kolaborasi strategis untuk mengembangkan pemanfaatan sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih di Indonesia.

Dilansir dari laman Pertamina, kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama di Bandung pada 29 Juli 2026. Kesepakatan ini mencakup pengembangan energi baru dan terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini mengatakan salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah pemanfaatan gas metana yang berasal dari sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Melalui proyek tersebut, biogas hasil pengolahan sampah akan dimurnikan menjadi biomethane, kemudian diproses lebih lanjut menjadi hidrogen rendah karbon sebagai bagian dari pengembangan ekosistem waste to energy.

"Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, salah satunya pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti. Sampah yang diolah nantinya akan menghasilkan biogas, kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane," ujar Emma.

Ia menjelaskan proyek tersebut akan dijalankan secara sinergis oleh Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas. Kedua entitas tersebut akan berperan mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, pembangunan infrastruktur, hingga distribusi dan komersialisasi produk energi.

Menurut Emma, pengembangan proyek juga melibatkan Hyundai dari Korea Selatan sebagai mitra internasional untuk mempercepat pengembangan teknologi energi rendah karbon.

"Program ini kami harapkan menjadi percontohan dalam membangun ekosistem hidrogen di Indonesia. Jika implementasinya berjalan baik, model bisnis ini dapat diperluas dan direplikasi di berbagai daerah," katanya.

Selain penandatanganan kerja sama, pada kesempatan yang sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga melakukan groundbreaking Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka.

Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik berkapasitas sekitar 40 megawatt (MW). Selain menghasilkan listrik, fasilitas ini juga akan mendukung produksi hidrogen dan biomethane serta mengurangi beban pengelolaan sampah di TPPAS Sarimukti.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan pembangunan PSEL Legok Nangka merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penyediaan energi bersih sekaligus menyelesaikan persoalan sampah.

Ia menyebutkan fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 dengan kapasitas pembangkit sekitar 40 MW dan diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja. Proyek ini juga diharapkan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah menjadi energi dan bahan bakar terbarukan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kehadiran PSEL Legok Nangka akan semakin memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pengembangan energi bersih di Indonesia.

Menurutnya, pengembangan fasilitas serupa akan diperluas ke sejumlah wilayah di Jawa Barat agar persoalan sampah dapat ditangani secara lebih optimal sekaligus meningkatkan pasokan energi bersih di daerah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM
Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG
Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika
Jabar Uji Sistem Rujukan Baru, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit
komentar
beritaTerbaru