Kamis, 30 Juli 2026

Pemko Bandung Percepat Transformasi Koperasi Menuju Ekonomi Kreatif dan Digital

Kamis, 30 Juli 2026 10:15 WIB
Pemko Bandung Percepat Transformasi Koperasi Menuju Ekonomi Kreatif dan Digital
Pemerintah Kota Bandung mempercepat transformasi koperasi sebagai penggerak ekonomi kreatif, digital, dan pemberdayaan masyarakat pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar, Selasa (28/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung mempercepat transformasi koperasi sebagai penggerak ekonomi kreatif, digital, dan pemberdayaan masyarakat pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar, Selasa.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan koperasi harus berkembang menjadi badan usaha modern yang tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Farhan, Kota Bandung memiliki potensi besar untuk mengembangkan koperasi modern karena didukung sumber daya manusia yang kreatif dan ekosistem digital yang terus berkembang.

"Koperasi bukan sekadar program politik atau kegiatan seremonial. Koperasi adalah bentuk nyata demokrasi ekonomi yang harus mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat," ujarnya dilansir dari laman Jabarprov.

Ia menegaskan, koperasi perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi, penerapan tata kelola yang profesional, serta inovasi model bisnis agar mampu menjawab tantangan masa depan.

Farhan juga mendorong lahirnya koperasi yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan startup digital. Menurutnya, ke depan perusahaan rintisan di Kota Bandung diharapkan dapat berkembang dengan dukungan pembiayaan dari koperasi, sehingga tidak hanya bergantung pada modal ventura.

Selain itu, ia mengusulkan penerapan konsep gamification dalam pengelolaan koperasi melalui aplikasi digital guna meningkatkan edukasi dan partisipasi anggota.

Di sisi lain, Farhan mengingatkan seluruh pengurus koperasi agar menjaga integritas organisasi dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia meminta pengurus memanfaatkan sistem pencatatan keuangan digital sehingga seluruh aktivitas usaha dapat dipantau secara terbuka oleh anggota.

Farhan mengungkapkan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pengembangan koperasi di Kota Bandung saat ini masih berada di angka sekitar 36 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi agar koperasi terus berbenah dan memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

"Kami ingin wajah baru koperasi Indonesia lahir dari Kota Bandung dengan mengandalkan kreativitas masyarakat, inovasi digital, dan semangat gotong royong," katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat gerakan koperasi. Ia menilai koperasi harus terus berkembang menjadi badan usaha yang modern, profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Koko juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat.

"Koperasi yang kuat akan melahirkan ekonomi rakyat yang bermartabat. Mari jadikan Hari Koperasi sebagai momentum memperkuat digitalisasi, kolaborasi, tata kelola yang baik, serta tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gempolin Ubah Pola Kelola Sampah Warga Gempolsari Lewat Kolaborasi dan Teknologi
Pemko Bandung Perkuat Strategi STOP untuk Tekan Penularan HIV/AIDS
SMKN 13 Bandung Konsisten Cetak Prestasi di LKS Nasional Cloud Computing 2026
Persib Bandung Taklukkan DPMM FC 1-0, Amankan Tiket Semifinal Piala Presiden 2026
Pemerintah Perkuat Gerakan Jabar Berseka, Target Tangani 80 Persen Persoalan Sampah pada 2029
Buruan SAE Bandung Dipresentasikan di Forum Pangan Global untuk Perkuat Program MBG
komentar
beritaTerbaru