Pupuk yang disalurkan merupakan produk hasil kerja sama PT Bursatani Futura Andyta dengan Polri. Pupuk batu bara Futuraplus Presisi dikembangkan dengan kandungan yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani mitra Polri sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebelum menyerahkan bantuan,
Kapolri meninjau operasional pabrik PT Bursatani Futura Andyta di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Dalam kunjungan tersebut,
Kapolri menerima paparan dari Direktur Utama perusahaan mengenai proses produksi dan manfaat pupuk Futuraplus Presisi.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 24 ton per hari atau sekitar 480 ton per bulan. Pupuk diproduksi dari batu bara berkalori rendah yang tidak terserap industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), kemudian diolah menjadi pupuk dengan kandungan asam humat, C-organik, serta unsur hara makro dan mikro.
Kandungan tersebut diyakini dapat memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan aktivitas biologis tanah, dan menjaga keberlanjutan produktivitas pertanian. Kehadiran pupuk ini juga diharapkan menjadi alternatif bagi petani untuk meningkatkan hasil panen sekaligus mengurangi ketergantungan pada jenis pupuk tertentu.
Kegiatan ini menunjukkan peran Polri yang semakin luas dalam mendukung pembangunan nasional, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan pangan dan membantu petani menghadapi berbagai tantangan produksi. (R)
beritaTerkait
komentar