Sabtu, 27 Juni 2026

JK Enterprises Jajaki Investasi Sektor Pertanian dan Energi Surya di Jawa Tengah

Sabtu, 27 Juni 2026 15:02 WIB
JK Enterprises Jajaki Investasi Sektor Pertanian dan Energi Surya di Jawa Tengah
Pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Chairman JK Enterprises Anant Singhania di Semarang, Kamis (25/6/2026).

Semarang (buseronline.com) - Perusahaan asal India, JK Enterprises, menjajaki peluang perluasan investasi di Jawa Tengah dengan membidik sektor produk pertanian dan energi surya.

Dilansir dari laman Jatengprov, rencana tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan Chairman JK Enterprises Anant Singhania di Semarang, Kamis.

Anant Singhania mengatakan, JK Enterprises telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari lima dekade. Perusahaan yang bergerak di bidang alat potong, perkakas tangan, kikir, dan mata bor itu kini melihat potensi besar untuk mengembangkan lini usahanya di Jawa Tengah.

"Kami sedang melihat peluang pada produk-produk pertanian karena permintaannya besar, baik di pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, kami juga mempelajari peluang pengembangan pompa tenaga surya dan berbagai produk energi surya," ujar Anant.

Meski belum merinci nilai investasi yang akan dikucurkan, Anant menjelaskan besaran investasi akan ditentukan berdasarkan perkembangan pasar dan prospek bisnis ke depan.

Ia optimistis rencana ekspansi tersebut dapat berjalan lancar karena mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Mereka sangat proaktif memberikan arahan dan pendampingan. Kami benar-benar merasakan dukungan dari Gubernur," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia memastikan pemerintah provinsi siap memfasilitasi penyelesaian berbagai kendala investasi melalui koordinasi dengan kementerian terkait maupun pendampingan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengatakan pihaknya siap mendampingi investor dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis, termasuk kendala pada sistem Online Single Submission (OSS) dan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

"Ketika ada KBLI 2025 yang hilang saat sistem kementerian di-rollback, pelaku usaha bisa datang ke kami untuk mendapatkan pendampingan. Kami juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait," ujar Sakina.

Rencana investasi JK Enterprises diharapkan dapat memperkuat sektor industri di Jawa Tengah, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
IJD Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Daerah, Jateng Prioritaskan Akses Wisata pada 2027
Jateng Perkuat Upaya Pencegahan Perundungan di Sekolah
Seleksi Beasiswa Santri Jateng 2026 Dimulai, Lebih dari 800 Pendaftar Ikuti Tahap Penyaringan
Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban
Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional
49 Pengusaha Nasional Kunjungi Jawa Tengah, Bidik Peluang Investasi dan Kolaborasi
komentar
beritaTerbaru