Senin, 22 Juni 2026

Indonesia Kantongi Dukungan Kuat Tiongkok untuk Penerbitan Perdana Panda Bond

Senin, 22 Juni 2026 09:00 WIB
Indonesia Kantongi Dukungan Kuat Tiongkok untuk Penerbitan Perdana Panda Bond
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan Kementerian Keuangan Tiongkok, PBOC, AIIB, serta sejumlah investor untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia, Beijing, Jumat (19/6/2026).
"Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik," ujarnya.

Purbaya menegaskan bahwa Indonesia tetap menjalankan prinsip non-alignment dalam menjalin kerja sama ekonomi internasional. Pemerintah membuka peluang investasi dan pembiayaan dari berbagai negara tanpa terikat pada kepentingan geopolitik tertentu.

"Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya," pungkasnya.

Dukungan kuat dari Pemerintah Tiongkok dan PBOC diharapkan dapat memperlancar langkah Indonesia memasuki pasar obligasi yuan melalui Panda Bond, sekaligus memperluas alternatif pembiayaan pembangunan nasional di masa mendatang. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Investasi Rp15 Triliun Masuk Kendal, Kawasan Industri EV Diproyeksikan Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I-2026, Pemerintah Optimistis Hadapi Ketidakpastian Global
Menkeu Ajak Jajaran Kemenkeu Jadikan Pancasila Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara
Timnas Indonesia U-17 Siapkan 28 Pemain untuk Uji Coba Internasional Kontra Tiongkok
Timnas Indonesia U-17 Jalani Dua Laga Uji Coba Internasional Lawan Tiongkok di Tangerang
Perusahaan Konstruksi Tiongkok Tertarik Berinvestasi di Kawasan Industri Jateng
komentar
beritaTerbaru