Karanganyar (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Bank Jateng untuk memperkuat dukungan permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Tengah. Sektor UMKM disebut sebagai salah satu fondasi utama perekonomian daerah.
Dilansir dari laman Jatengprov, arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Strategi dan Kebijakan Semester II Tahun 2026
Bank Jateng yang digelar di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jumat.
Menurut Luthfi, jumlah UMKM di Jawa Tengah mencapai lebih dari empat juta pelaku usaha. Karena itu, akses permodalan harus terus dipermudah, termasuk melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah.
"Kenapa saya tekankan ekonomi mikro? Karena di Jawa Tengah jumlahnya besar dan berada di kabupaten/kota. Maka akses permodalan harus kita permudah," ujarnya.
Ia menegaskan, kemudahan akses pembiayaan diharapkan mampu mendorong pelaku usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil, hingga berkembang menjadi usaha menengah.
Sementara itu, Direktur Utama
Bank Jateng Bambang Widyatmoko menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi momentum merumuskan strategi perusahaan menghadapi semester II 2026.
Menurutnya, tantangan geopolitik, kondisi fiskal, serta persaingan industri perbankan menuntut strategi yang lebih adaptif.
Bank Jateng telah menetapkan empat kebijakan utama, yakni penguatan permodalan dan tata kelola, transformasi digital, peningkatan kompetensi dan produktivitas karyawan, serta peningkatan skala bisnis.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja, termasuk penurunan kredit bermasalah (NPL), peningkatan kredit berkualitas, serta penguatan ekspansi usaha.
Hingga Maret 2026,
Bank Jateng mencatat aset sebesar Rp93,97 triliun, dana pihak ketiga Rp75,80 triliun, dan penyaluran kredit Rp63,66 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level 22 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga menjadi penopang ekspansi, dengan pertumbuhan 5,89 persen pada triwulan I 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,61 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi 4,24 persen.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran Komisaris dan Direksi
Bank Jateng, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, serta sejumlah pejabat terkait dan pimpinan cabang
Bank Jateng. (R)
beritaTerkait
komentar