Kamis, 11 Juni 2026

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi

Kamis, 11 Juni 2026 17:00 WIB
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri pengangkatan sumpah dan janji pengurus serta pengawas Koperasi Konsumen Mitra KPKB periode 2026-2031 di Aula Igun Sarbini, Gedung KPKB Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

Bandung (buseronline.com) - Perekonomian Kota Bandung menunjukkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2026 dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,76 persen. Dilansir dari laman Jabarprov, angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 5,29 persen.

Meski demikian, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan adanya tantangan yang perlu diwaspadai, yakni meningkatnya inflasi dan potensi ketimpangan kesejahteraan masyarakat di tengah pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak naik.

Hal itu disampaikan Farhan saat menghadiri pengangkatan sumpah dan janji pengurus serta pengawas Koperasi Konsumen Mitra KPKB periode 2026-2031 di Aula Igun Sarbini, Gedung KPKB Kota Bandung, Selasa.

Menurut Farhan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi mencerminkan meningkatnya daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga maupun belanja pemerintah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh ketersediaan pasokan barang sehingga mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas.

"Berita baiknya pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen. Namun yang perlu diwaspadai adalah inflasi yang saat ini mencapai 0,3 persen per bulan. Jika dihitung tahunan, angkanya sudah di atas 3,5 persen," ujarnya.

Farhan menjelaskan, inflasi dipicu oleh kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan seperti cabai yang sempat menembus Rp120.000 per kilogram. Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin memilih produk berkualitas juga turut memengaruhi dinamika pasar.

Ia menilai karakteristik masyarakat Bandung yang memiliki preferensi tinggi terhadap produk kelas menengah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha, termasuk koperasi. Menurutnya, koperasi dapat mengambil peran dengan menyediakan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Konsumsi masyarakat Bandung sedang tinggi. Ini peluang bagi koperasi untuk menghadirkan produk yang berkualitas dengan harga yang pantas, bukan sekadar murah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Farhan mendorong Koperasi Konsumen Mitra KPKB yang memiliki sekitar 4.500 anggota untuk lebih cermat membaca tren pasar dan memperluas usaha pada produk-produk kelas menengah yang permintaannya terus meningkat.

Selain itu, ia juga menyoroti perubahan perilaku investasi masyarakat kelas menengah yang kini lebih banyak memilih emas dibandingkan instrumen investasi lainnya. Karena itu, ia mendorong koperasi untuk menjalin kerja sama dengan Pegadaian guna mengembangkan layanan tabungan emas bagi anggota.

"Tabungan emas bisa menjadi salah satu produk yang menarik. Masyarakat sekarang cenderung mencari instrumen investasi yang lebih stabil dan mudah dipahami," tuturnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao
Dinkes Kota Bandung Perluas Akses Kesehatan Mental, Layanan Psikolog Klinis Tersedia di 12 Puskesmas
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
Pemprov Sumut Gandeng RS Mata Cicendo Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata
Pemko Bandung Bentuk Tim Antibegal, Gandeng Polisi dan Brimob Perkuat Keamanan Kota
komentar
beritaTerbaru