Minggu, 26 Juli 2026

Pemprov Jateng Perkuat UMKM untuk Hadapi Pelemahan Rupiah

Selasa, 09 Juni 2026 08:16 WIB
Pemprov Jateng Perkuat UMKM untuk Hadapi Pelemahan Rupiah
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di sela Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Semarang, Senin (8/6/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah tersebut dilakukan melalui pendampingan usaha, akses permodalan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pasar.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Jawa Tengah yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Saat ini, jumlah UMKM di provinsi tersebut mencapai sekitar 4,2 juta unit usaha.

Menurut Luthfi, besarnya jumlah UMKM menjadi kekuatan penting yang harus terus didukung agar mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk dampak pelemahan rupiah terhadap biaya produksi dan bahan baku.

"UMKM merupakan backbone ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang menjadi andalan kita, sehingga selalu kita bina," kata Luthfi di sela Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Semarang, Senin.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya berupaya membantu UMKM bertahan, tetapi juga mendorong mereka naik kelas. Dukungan yang diberikan meliputi kemudahan akses permodalan, pendampingan usaha, pengemasan produk yang lebih menarik, hingga strategi pemasaran yang lebih luas.

Selain itu, Pemprov Jateng juga fokus meningkatkan daya saing produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih besar, termasuk peluang ekspor. Pendampingan dilakukan untuk memperkuat kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.

Terkait dampak pelemahan rupiah terhadap sektor usaha, Luthfi menilai diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk mencari solusi yang tepat. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi tersebut.

"Kita harus gandeng BI, kemudian OJK, kemudian bidang usaha, kemudian bank di tempat kita. Jadi bersama-sama untuk bisa menyelesaikan," ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan dunia usaha, Pemprov Jawa Tengah optimistis sektor UMKM akan tetap menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mampu menghadapi tekanan ekonomi yang muncul akibat dinamika nilai tukar rupiah. (R)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Pemprov Sumut Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal Gratis bagi UMKM
Jateng dan Fujian Perkuat Kerja Sama Investasi serta Pertukaran Pemuda
Rico Waas Dorong Indomaret Perbesar Porsi Produk UMKM Lokal Medan
Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Dorong UMKM Naik Kelas Lewat 724 Stan Produk Unggulan
Wagub Jabar Apresiasi Festival Rakyat Nusantara 2026, Dorong UMKM Terus Berkembang
komentar
beritaTerbaru