Jumat, 05 Juni 2026

NTP Mei 2026 Naik Jadi 127,73, Kesejahteraan Petani Meningkat

Kamis, 04 Juni 2026 18:39 WIB
NTP Mei 2026 Naik Jadi 127,73, Kesejahteraan Petani Meningkat
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) – Kinerja sektor pertanian nasional kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026 yang menjadi sinyal membaiknya tingkat kesejahteraan petani.

Dilansir dari laman Kementan, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menjelaskan kenaikan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) meningkat lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB).

"Nilai Tukar Petani atau NTP untuk Mei 2026 tercatat sebesar 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan NTP ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,53 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan peningkatan indeks harga yang dibayarkan petani yang naik sebesar 0,53 persen," ujar Pudji dalam rilis BPS, Selasa.

Menurut Pudji, peningkatan NTP nasional didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas utama pertanian, seperti karet, gabah, kakao atau cokelat biji, serta bawang merah yang berkontribusi besar terhadap peningkatan indeks harga yang diterima petani.

Dari sisi subsektor, hortikultura menjadi penyumbang kenaikan NTP tertinggi. BPS mencatat NTP subsektor hortikultura meningkat 7,08 persen pada Mei 2026.

"Subsektor yang mengalami kenaikan NTP tertinggi adalah subsektor hortikultura. Subsektor hortikultura ini mengalami kenaikan NTP sebesar 7,08 persen. Hal ini karena IT naik sebesar 7,52 persen sedangkan IB hanya naik sebesar 0,41 persen," kata Pudji.

Komoditas hortikultura yang paling dominan mendorong kenaikan tersebut antara lain bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Kenaikan harga komoditas tersebut membuat pendapatan petani meningkat lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga.

Selain hortikultura, subsektor tanaman pangan juga mencatat kinerja positif. NTP tanaman pangan naik 1,34 persen dari 112,29 pada April 2026 menjadi 113,79 pada Mei 2026, yang menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi petani tanaman pangan.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kenaikan NTP menjadi bukti bahwa berbagai program peningkatan produksi dan penguatan sektor pertanian yang dijalankan pemerintah mulai memberikan manfaat nyata bagi petani.

Menurutnya, NTP merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Ketika nilai yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan, maka daya beli dan kemampuan ekonomi petani juga ikut menguat.

"Alhamdulillah, kenaikan NTP menjadi kabar baik bagi petani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pendapatan petani meningkat dan hasil kerja keras mereka di lapangan semakin memberikan nilai tambah. Kementan akan terus berupaya menjaga agar petani memperoleh keuntungan yang layak dari usaha taninya," ujar Amran.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah percepatan yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam dua tahun terakhir, mulai dari peningkatan luas tanam, optimasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan petani di berbagai daerah sentra produksi.

Amran juga menilai keberhasilan subsektor hortikultura mencatat kenaikan NTP tertinggi menunjukkan besarnya potensi komoditas hortikultura sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di perdesaan. Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan agar petani memperoleh keuntungan yang optimal.

"Kita ingin petani semakin sejahtera. Karena itu fokus pemerintah tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang baik. Ketika produktivitas naik dan harga petani membaik, maka kesejahteraan petani akan meningkat," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat berbagai program yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani. Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi global, sektor pertanian Indonesia dinilai tetap mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

"Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan keuntungan yang lebih baik, biaya produksi semakin efisien, dan usaha tani semakin menjanjikan. Kenaikan NTP ini harus kita jaga bersama agar manfaatnya semakin dirasakan oleh petani di seluruh Indonesia," tegasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Amran Sulaiman: Swasembada Pangan RI Diakui Global Berbasis Data Kredibel
HKTI Diperkuat Jadi Garda Terdepan Kawal Program Pertanian
komentar
beritaTerbaru