Lamongan (buseronline.com) - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mempercepat Gerakan Tanam (Gertam) padi seluas 750 hektar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, guna memperkuat produksi beras nasional dan menjaga peningkatan luas tanam di salah satu lumbung pangan utama Indonesia.
Dilansir dari laman Kementan, percepatan gerakan tanam tersebut dilakukan bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dengan meninjau langsung pelaksanaan Gertam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu.
Dalam kunjungan itu, rombongan menyaksikan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektar yang menjadi bagian dari capaian tanam harian seluas 750 hektar.
Selain melakukan penanaman bersama petani,
Wamentan Sudaryono didampingi Kepala Bappenas dan Bupati Lamongan juga menyerahkan bantuan stimulan pertanian secara simbolis kepada perwakilan petani.
Bantuan tersebut berupa benih padi, benih jagung, hand tractor, dan rotavator untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus dilakukan melalui peningkatan luas tanam. Untuk itu, pemerintah terus memastikan kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari air irigasi, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.
"Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak. Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya," ujar Sudaryono.
Menurutnya, Kabupaten Lamongan memiliki peran strategis dalam mendukung target produksi pangan nasional karena menjadi salah satu daerah dengan produktivitas pertanian tertinggi di Jawa Timur.
Sejumlah indikator pertanian di wilayah tersebut juga menunjukkan tren positif, baik dari sisi produktivitas, luas panen, maupun hasil produksi.
Selain mendorong peningkatan produksi, Kementerian Pertanian juga memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Wamentan memastikan cadangan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama kurang lebih 11 bulan," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga produksi pertanian tetap stabil, di antaranya revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, hingga program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan.
Sejak 2024, Kementerian Pertanian telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman kekeringan dan perubahan iklim.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa berbagai program dan bantuan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian di daerahnya, termasuk kemudahan akses pupuk bagi petani.
"Alhamdulillah pupuk di Kabupaten Lamongan saat ini aman, tersedia dengan mudah dan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Lamongan," ujar Yuhronur.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim melalui optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, serta normalisasi saluran air untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Melalui percepatan tanam, penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian, dan mitigasi perubahan iklim, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar